WSBP Bagikan Dividen Rp 551,6 Miliar

WSBP Bagikan Dividen Rp 551,6 Miliar
Jajaran direksi dan dewan komisaris PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Rabu (24/4/19). Sepanjang tahun 2018, WSBP berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 8,0 triliun. ( Foto: beritasatu / defrizal )
Feriawan Hidayat / FER Rabu, 24 April 2019 | 13:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) akan membagikan 50 persen laba bersih perusahaan di tahun buku 2018 sebagai dividen, dengan nilai Rp 551,6 miliar. Dengan demikian, jumlah dividen per saham yang didapatkan oleh masing-masing pemegang saham yaitu sebesar Rp 22,5.

Pembagian dividen tersebut telah disetujui oleh pemegang saham WSBP dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung di Menara Bidakara, Jakarta, Rabu (24/4/2019).

RUPST Waskita Beton Precast

Direktur Utama WSBP, Jarot Subana, mengatakan, keputusan untuk mengalokasikan sebagian laba yang diperoleh tahun lalu, dikarenakan dana perseroan dirasa mencukupi untuk memenuhi kebutuhan modal kerja dan belanja modal pada tahun ini.

"Untuk pembagian dividen, akan didistribusikan 30 hari setelah berlangsungnya RUPST atau pada tanggal 24 Mei 2019,” kata Jarot.

Sepanjang tahun 2018, WSBP berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 8,0 triliun. Angka ini naik sebesar 13 persen dibandingkan pendapatan usaha sepanjang tahun 2017 sebesar Rp 7,1 triliun.

"Selain itu, perusahaan berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,1 triliun atau naik sebesar 10 persen dari perolehan laba bersih tahun sebelumnya sebesar Rp 1,0 triliun,” jelas Jarot.

Dari sisi perolehan nilai kontrak baru pada tahun 2018 sebesar Rp 6,7 triliun. Angka ini melampaui target NKB 2018 sebesar Rp 6,56 triliun. Perolehan nilai kontrak baru ini berasal dari beberapa proyek besar yang tengah disuplai oleh WSBP yaitu Proyek Jalan Tol Pekanbaru-Dumai, Tebing Tinggi-Parapat, dan proyek lainnya. Sehingga nilai kontrak dikelola WSBP hingga akhir tahun 2018 sebesar Rp 17,34 triliun.

"WSBP membukukan cashflow operasional positif yang signifikan sekitar Rp 1,8 triliun. Kondisi ini menjadi modal yang kuat bagi perseroan di tahun 2019. Hal ini disebabkan karena rasio posisi utang berbunga terhadap modal WSBP yang masih sebesar 0,7x, masih jauh dari batas yang ditentukan sebesar 2,5x," tegas Jarot.



Sumber: BeritaSatu.com