Jasa Marga Berhasil Menjaga Kinerja Positif

Jasa Marga Berhasil Menjaga Kinerja Positif
Menteri BUMN Rini Sumarno (kiri) berfoto bersama Dirut Jasa Marga, Desi Arryani (dua dari kiri), Dirut Mandiri Investasi, Alvin Pattisahusiwa (kanan) dan Dirut BEI Inarno Djajadi usai meluncurkan produk inovatif di sektor pasar modal Indonesia, yaitu Kontak Investasi Kolektif Dana Investasi Infrastruktur (KIK-DINFRA) di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (15/4/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Uthan A Rachim )
Siprianus Edi Hardum / EHD Rabu, 24 April 2019 | 15:04 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pada Kuartal I Tahun 2019, PT Jasa Marga (Persero) Tbk dapat mencatat EBITDA sebesar Rp 1,81 triliun, tumbuh sebesar 14,5% atau sekitar Rp 229,58 miliar dibandingkan dengan Kuartal I tahun 2018. Jasa Marga pada periode ini juga mampu mencatat margin EBITDA sebesar 71,8% lebih besar dari Kuartal I tahun 2018, yaitu sebesar 66,30%.

Kepala Humas PT Jasa Marga, Dermawan Heru, di Jakarta, Rabu (24/4), mengatakan, dari sisi pendapatan usaha di luar konstruksi, Jasa Marga mencatat pendapatan usaha sebesar Rp2,52 triliun atau meningkat 5,7% dari Kuartal I tahun 2018. Angka tersebut berasal dari kontribusi pendapatan tol sebesar Rp 2,34 triliun atau naik 6,3% dibandingkan kuartal I tahun 2018.

Dari total pendapatan tol tersebut, kontribusi pendapatan tol dari anak perusahaan mencapai 16,11% meningkat 4,78% dibandingkan kontribusi pendapatan tol di anak perusahaan di kuartal I tahun lalu yaitu hanya sebesar 11,33%. Kenaikan kontribusi tersebut merupakan dampak positif dari pengoperasian jalan tol baru dan konektivitas jaringan Jalan Tol Trans Jawa di akhir tahun 2018.

Di sisi usaha lain, kata Dermawan Heru, Jasa Marga membukukan pendapatan usaha lain sebesar Rp 179,6 miliar. Sementara itu, di tengah mulai beroperasinya jalan tol baru dan masifnya kebutuhan pendanaan untuk penyelesaian konstruksi proyek jalan tol, Jasa Marga mampu menjaga laba bersih pada Kuartal I tahun 2019 tetap stabil sebesar Rp 584,8 miliar.

Dalam sisi pendanaan, untuk menjaga kondisi keuangan perusahaan agar tetap solid dan untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan, Jasa Marga kembali melakukan inovasi alternatif pendanaan berbasis ekuitas yaitu kontrak investasi kolektif dana investasi infrastruktur (kik dinfra).

Dermawan Heru mengatakan, produk keuangan kik dinfra Jasa Marga ini merupakan produk kik dinfra yang pertama kali dicatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Seluruh capaian tersebut merupakan pembuktian Jasa Marga untuk tetap menjaga kinerja positif.

Pada sisi operasional, Jasa Marga telah mengoperasikan Jalan Tol Medan-Kualanamu Tebing Tinggi seksi 7 (Sei Rampah – Tebing Tinggi) sepanjang 9,26 km. Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera yang akan menghubungkan Aceh hingga Lampung.

Saat ini jalan tol tersebut dapat memperlancar arus transportasi dan logistik antara Kota Medan, Bandara Internasional Kualanamu, Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei, dan Kawasan Pariwisata Danau Toba.

Selain itu, Jasa Marga juga berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi di berbagai aspek untuk meningkatkan fasilitas dan pelayanan kepada pengguna jalan tol. Salah satunya adalah dengan menggelar simulasi transaksi nir sentuh berbasis radio-frequency identification (RFID) atau single lane free flow (SLFF) yang turut diikuti Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini M Soemarno di Gerbang Tol (GT) Cengkareng dan GT Kapuk pada ruas Tol Soedyatmo bulan Maret 2019.

Teknologi yang dikenal dengan nama FLO ini merupakan teknologi sistem transaksi tol tanpa henti yang diproduksi oleh anak usaha Jasa Marga, PT Jasa Marga Tollroad Operator (JMTO). Sistem ini merupakan pengembangan dari teknologi Electronic Toll Collection (ETC) menuju sistem Multi Lane Free Flow (MLFF).

Sesuai dengan rencana pengoperasian jalan tol baru pada tahun 2019, Jasa Marga diharapkan dapat mengoperasikan ± 245 km jalan tol baru yang tersebar di Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Pulau Kalimantan serta Pulau Sulawesi.

Untuk target pengoperasian wilayah Jabotabek dan Pulau Jawa terdiri dari Jalan Tol Cengkareng-Kunciran (14,20 km), Jalan Tol Kunciran-Serpong (11,20 km), Jalan Tol Serpong-Cinere (10,14 km), Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated (36,40 km), Jalan Tol Pandaan-Malang (38,49 km) serta Jalan Tol Gempol-Pandaan (1,60 km).

Sementara itu, untuk target pengoperasian di Pulau Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi terdiri dari Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Seksi 7 Sei Rampah-Tebing Tinggi (Telah beroperasi Maret 2019 sepanjang (9,26 km), Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (98,89 km) serta tiga seksi untuk Jalan Tol Manado-Bitung yakni seksi 1A Manado-Sukur (7,00 Km), seksi 1B Sukur-Airmadidi (7,00 Km) dan seksi 2A Airmadidi-Danowudu (11,50 km).