Kuartal I, Laba BRI Tumbuh 10,42%

Kuartal I, Laba BRI Tumbuh 10,42%
Jajaran direksi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memaparkan kinerja BRI Triwulan I 2019 yang diselenggarakan di Kantor Pusat Bank BRI, Jakarta, Rabu, 24 April 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Herman )
Herman / WBP Rabu, 24 April 2019 | 17:22 WIB

Jakarta - Beritasatu.com – Sepanjang kuartal pertama 2019, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berhasil meraih laba bersih konsolidasian sebesar Rp 8,20 triliun. Dibandingkan kuartal pertama 2018 yang mencapai Rp 7,42 triliun, laba tersebut tumbuh 10,42 persen. Sementara aset konsolidasi mencapai Rp 1.279,86 triliun, tumbuh 14,35 persen year on year (yoy).

Wakil Direktur Utama Bank BRI, Sunarso menyampaikan, capaian positif ini disokong oleh penyaluran kredit dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh double digit di atas rata rata industri perbankan nasional, serta perbaikan kualitas kredit bermasalah (NPL).

"Total kredit konsolidasi di kuartal pertama 2019 sebesar Rp 855,47 triliun atau tumbuh 12,91% yoy. Bila dirinci, kredit mikro tumbuh 13,17 persen yoy, kredit konsumer tumbuh 9,63 persen yoy, kredit ritel dan menengah tumbuh 13,47 persen yoy, serta kredit korporasi tumbuh 14,15 persen yoy. Kredit mikro juga masih menjadi porsi terbesar penyaluran kredit BRI dengan sharing mencapai 33,21 persen dari seluruh portofolio pinjaman," kata Sunarso, di acara pemaparan kinerja BRI Triwulan I 2019 yang diselenggarakan di Kantor Pusat Bank BRI, Jakarta (24/4/2019).

Untuk penghimpunan DPK, lanjut Sunarso, totalnya mencapai Rp 936,03 triliun atau tumbuh 13,18 persen. Komposisi dana murah menjadi penopang utama DPK BRI, di mana tumbuh 14,01 persen secara yoy sehingga saat ini komposisi CASA BRI menjadi 56,28 persen.

BRI juga berhasil menjaga kualitas kredit yang disalurkan. Hal tersebut tercermin dari perbaikan rasio kredit bermasalah, di mana hingga akhir Maret 2019 NPL BRI tercatat 2,41 persen atau lebih rendah dibandingkan NPL posisi akhir Maret 2018 yakni sebesar 2,46 persen. Di sisi lain, Bank BRI meningkatkan NPL coverage dari semula 174,81 persen menjadi 182,86 persen di akhir Maret 2019.

"Bank BRI juga berhasil menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 25,32 triliun kepada lebih dari 1,2 juta debitur, atau setara 29,11 persen dari total target yang telah ditetapkan di 2019," papar Sunarso.

Faktor lain pendorong laba Bank BRI yakni perolehan fee based income (FBI). FBI BRI di akhir Maret 2019 tercatat Rp 3,14 triliun atau tumbuh 16,49 persen secara year on year dibandingkan posisi akhir Maret 2018 yakni sebesar Rp 2,69 triliun. Untuk rasio perbankan lainnya, tercatat LDR BRI hingga akhir Maret 2019 yakni 91,39% dengan CAR 21,91 persen.

"Dengan rasio yang cukup kuat tersebut, kami optimistis mampu tumbuh positif dan berkelanjutan hingga mampu mencapai target-target yang telah ditetapkan di akhir tahun," ujar Sunarso.



Sumber: BeritaSatu.com