Garap Segmen Ritel, Trisula Tambah 10 Gerai dan Perkuat Marketplace

Garap Segmen Ritel, Trisula Tambah 10 Gerai dan Perkuat Marketplace
Jajaran direksi perusahaan garmen dan perdagangan pakaian jadi, PT Trisula International Tbk (TRIS) dalam RUPS perseroan di Jakarta, Senin (29/4/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Whisnu Bagus )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Senin, 29 April 2019 | 11:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Emiten industri garmen dan perdagangan pakaian jadi, PT Trisula International Tbk (TRIS) pada tahun 2019 akan memperkuat segmen ritel di samping segmen garmen. Perusahaan pemilik merek pakaian JOBB dan Jack Nicklaus ini berencana menambah 10 titik gerai di department store dari saat ini 200 titik. Langkah ini sejalan dengan target pendapatan perseroan 2019 sebesar Rp 946,75 miliar atau naik 10 persen dari 2018. Selain itu, laba bersih diharapkan tumbuh 15 persen menjadi Rp 22,62 miliar, dibandingkan 2018.

"Kami akan tambah sekitar 10 titik di dept store," kata Direktur Independen PT Trisula International Tbk (TRIS), Dina Sungkar di sela RUPS perseroan di Jakarta Senin (29/4/2019).

Di segmen ritel, kata Dina Sungkar, perseroan telah memiliki sekitar 200 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia di mal dan department store. Selain itu, perseroan mempunyai sekitar 30 toko mandiri.

Dina Sungkar mengatakan, perseroan juga akan memperkuat produk ritelnya melalui berbagai portal online seperti www.jobb.co.id dan www.jacknicklaus.co.id dan marketplace seperti Zalora, Lazada, Shopee, & Zilingo. "Dengan perubahan pola belanja konsumen dari offline ke online, kita perkuat channel marketplace. Kami berupaya beradaptasi di era digital yang didominasi kaum milenial," kata Dina Sungkar.

Saat ini kata Dina Sungkar, penjualan online berkontribusi sekitar 2 persen terhadap total penjualan, sedangkan tahun ini akan diperbesar menjadi 3-4 persen.

Direktur Utama PT Trisula International Tbk Santoso Widjojo mengatakan, dari total target pendapatan 2019 sebesar Rp 946,75 miliar, penjualan ekspor masih mendominasi sekitar 75 persen, sementara sisanya domestik sekitar 25 persen. "Kami akan mencari peluang pasar ekspor di AS, sejumah negara Eropa, Australia dan Jepang seiring konflik dagang antara AS-Tiongkok serta Eropa," kata Santoso Widjojo.

Perseroan juga tengah membidik pasar internasional dengan menjajaki tender seragam di perusahaan swasta dan insttiusi pemerintah di Singapura. "Masih tahap awal penjajakan. Jika terealisasi kontraknya bisa 2-3 tahun," kata Santoso Widjojo.

Santoso Widjojo mengatakan, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 14 miliar. Dananya sekitar Rp 13 miliar untuk sektor garmen dan Rp 1 miliar untuk ritel. "Sumber pendanaan masih dari kas internal, kalau kurang akan ditambah dari perbankan," kata Santoso Widjojo.

Saat ini perseroan memiliki sekitar 4.000 unit mesin pakaian dari dua perusahaan di empat lokasi.

Dalam kesempatan tersebut, pemegang saham menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 2 per saham atau senilai Rp 2 miliar atau setara 10 persen dari laba bersih 2018 yang tercatat Rp 19,6 miliar. Sisa laba bersih dialokasikan untuk cadangan wajib dan laba ditahan.

Dividen dibagikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 10 Mei 2019.



Sumber: BeritaSatu.com