Karawang Potensial bagi Bisnis Hunian

Karawang Potensial bagi Bisnis Hunian
Proyek properti Taruma City, Karawang, Jawa Barat. ( Foto: istimewa )
Edo Rusyanto / EDO Kamis, 2 Mei 2019 | 11:06 WIB

 

 

Jakarta, Beritasatu.com – Kawasan Karawang, Jawa Barat dinilai potensial bagi bisnis hunian. Potensi bisnis hunian berasal dari permintaan kebutuhan tempat tinggal para pekerja dari ribuan perusahaan yang beroperasi di kawasan industri tersebut.

"Hampir 80% pekerja di Karawang tidak bertempat tinggal di Karawang karena hunian yang tersedia masih sangat minim," ujar AVP Strategic Marketing PT Agung Podomoro Land Tbk (APL) Agung Wirajaya, dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (1/5/2019).

Dia menambahkan, kawasan tersebut kini terus bertumbuh. Pembangunan sejumlah proyek infrastruktur di sekitar kawasan ini turut mendorong pertumbuhan. Proyek itu misalnya pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (elevated), dan proyek Bandara Kertajati, serta rencana pembangunan Pelabuhan Patimban.

Karawang, tutur Agung, dari tahun ke tahun semakin berkembang dan terus menampilkan parasnya di industri properti. Semakin majunya suatu kawasan tentu berdampak pada gaya hidup masyarakat di sekitarnya, begitu pun yang terjadi di Karawang. “Semenjak ada hotel mewah, perumahan kelas menengah, department store bahkan mal level atas, kehidupan masyarakat lokal di sana meningkat secara perlahan,” kata Agung.

 

Bidik Menengah Atas

Melihat potensi yang ada membuat banyak pengembang kian melirik Karawang termasuk APL. Setelah sukses menggarap proyek hunian Grand Taruma Karawang seluas 48 hektare (ha). APL kini menggulirkan superblok Taruma City.

General Manager Taruma City Rina Irawan mengatakan, menempati lahan seluas 5,6 ha Taruma City dibangun berdekatan dengan Grand Taruma Karawang. "Taruma City seluas 5,6 hektare berada di pusat kota Karawang, Jalan Kertabumi, atau Sudirman-nya Karawang dan akan menjadi kawasan bisnis terpadu-nya Karawang," ujar Rina dalam publikasi yang sama.

Taruma City hadir di lokasi sangat strategis dan the last piece di pusat kota Karawang. Taruma City juga akan memenuhi kebutuhan setiap penghuninya maupun masyarakat kota Karawang dan sekitarnya.

Rina menambahkan, kebutuhan ruko di Karawang masih tinggi. Peminatnya berasal dari para pedagang dan pengusaha di Karawang sendiri. Taruma City akan berisi 244 unit ruko, satu menara apartemen, dan satu unique cluster landed housing dengan jumlah unit yang sangat terbatas. Kondisi lapangan saat ini dalam persiapan pemancangan pembangunan ruko tahap pertama. "Dengan harga seperti ini maka value yang bisa didapatkan adalah kawasan bisnis terpadu yang terkelola dan terpelihara baik dan ini belum ada di Karawang," ujarnya.

Rina mengatakan, minimnya kawasan yang tersedia di pusat Kota Karawang dan juga semakin banyaknya permintaan, menyebabkan harga tanah terus melonjak. Rata-rata dalam setahun, harga bangunan di Kota Karawang meningkat hingga 25%. Untuk harga tanah di pusat kota tersebut diperkirakan saat ini mencapai Rp30 juta/m2. "Kami memang membidik kelas menengah atas, karena potensi dari para ekspatriat dan pekerja Jepang yang bekerja di kawasan industri Karawang," papar dia.

Menurut dia, Karawang tidak terpengaruh situasi politik dan musim liburan. “Kalau ditanya apakah ada dampak dari kondisi ekonomi saat ini, mungkin ada tetapi sedikit sekali dan tidak signifikan,” jelas Rina.



Sumber: Investor Daily