Resor Capri Nusa Beroperasi Desember

Resor Capri Nusa Beroperasi Desember
Prosesi ground breaking proyek resor PT Capri Nusa Satu Properti Tbk, Nusa Penida, Bali, Selasa, 30 April 2019. ( Foto: istimewa )
Edo Rusyanto / EDO Kamis, 2 Mei 2019 | 20:44 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com -  PT Capri Nusa Satu Properti Tbk (Capri Nusa) mulai membangun resort and spa di Nusa Penida, Bali dan menargetkan operasional tahap awal mulai Desember 2019. Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking), Selasa (30/4/2019).

Groundbreaking ini merupakan perwujudan komitmen kami terhadap rencana bisnis yang telah ditetapkan. Kami optimistis, bisnis pariwisata di Nusa Penida sangat potensial,” ujar Jansen Surbakti, direktur utama PT Capri Nusa Satu Properti Tbk dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (1/5).

Dia menjelaskan, dalam pembangunan tahap awal dibangun 30 unit vila. Sebanyak 15 vila di antaranya ditargetkan sudah dapat beroperasi pada Desember 2019. “Investasi pembangunan tahap awal membutuhkan sekitar Rp 45 miliar,” ujarnya.

Resort and spa yang dibangun Capri Nusa terletak di Pantai Atuh, Nusa Penida. Kelak, selain villa, di proyek ini juga akan hadir hotel, theme park, dan luxury mansion.

“Bisnis resor di daerah Nusa Penida sangat potensial karena ditopang oleh industri pariwisatanya yang terus berkembang dan ramai dikunjungi wisatawan,” papar Jansen.

Menurut dia, Nusa Penida cukup potensial dan berkembang sebagai destinasi baru pariwisata di Bali. Saat akhir pekan, ribuan turis berkunjung ke Nusa Penida, baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara. Namun, sekitar 95% turis menginap di luar Nusa Penida karena belum banyak penginapan di lokasi berdirinya proyek Capri Nusa.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kabupaten Klungkung, I Made Sudi Arka Jaya, mengatakan bahwa bisnis pariwisata sangat prospektif. Setiap hari, ada sekitar lima ribu orang, wisatawan mancanegara maupun wisatawan lokal, berkunjung ke Nusa Penida melalui Nusa Dua, Sanur, dan Klungkung.

“Prospek di Nusa Penida masih sangat bagus dan jumlah kamar berstandar internasional masih kurang”, ujar I Made Sudi Arka Jaya, di sela groundbreaking.

Menurut Jansen, optimisme pihaknya juga ditopang oleh lokasi resort berdiri yang berada di pantai sangat indah dan asri. “Selain itu, ditopang oleh pengembangan resort yang mengusung konsep berbasis budaya,” katanya.



Sumber: Investor Daily