Jonan Minta Freeport Naikkan Dana Social Development ke 2%

Jonan Minta Freeport Naikkan Dana  Social Development ke 2%
Menteri ESDM Ignasius Jonan (depan, ketiga dari kanan) dalam kunjungan ke Sekolah Taruna Papua di Timika, 2 Mei 2019. (Foto: Beritasatu / Primus Dorimulu)
Primus Dorimulu / HA Kamis, 2 Mei 2019 | 21:51 WIB

Timika, Beritasatu.com - Untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua, dana social development yang dialokasikan PT Freeport Indonesia perlu dinaikkan dari 1% ke 2%. Setelah Indonesia menguasai 51% saham Freeport Indonesia, kontribusi perusahaan ini harus lebih besar lagi kepada masyarakat Papua.

"Kalau tidak ada peraturan yang melarang, sebaiknya dana social development dinaikkan menjadi 2%," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dalam kunjungan ke Sekolah Taruna Papua di Timika, Kamis (2/5/2019). Sekolah ini dimiliki oleh Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK).

Mengutip pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jonan mengatakan, kehadiran perusahaan harus memberikan dampak signifikan bagi masyarakat sekitar. Ketika orang-orang di perusahaan dengan leluasa menikmati air bersih dan listrik, sebaiknya masyarakat sekeliling juga ikut menikmati.

"Kalau ada yang mencuci mobil pakai air bersih di rumahnya, sangat tidak pantas kalau masyarakat di luar pagar rumahnya harus berjalan berkilo-kilo meter untuk sekadar mencari air bersih," papar Jonan.

Ia meminta PT FI untuk membantu seluruh masyarakat Papua, bukan hanya untuk masyarakat Mimika dan beberapa suku di Mimika.

"Seluruh masyaraat di Papua harus bisa menikmati kehadiran Freeport," ungkap Menteri.

Menteri ESDM Ignasius Jonan (depan, ketiga dari kanan) dalam kunjungan ke Sekolah Taruna Papua di Timika, 2 Mei 2019.

Pada tahun 2018, PNPB PT Freeport Indonesia (FI) menggelontorkan dana social development atau pembangunan masyarakat sekitar US$ 100 juta untuk masyarakat Papua. Sebesar US$ 60 juta disalurkan lewat LPMK, sedang US$ 40 juta disalurkan langsung oleh perusahaan.

Dana yang disalurkan langsung PT FI, antara lain, untuk dana kesehatan, pendidikan, dan berbagai kegiatan ekonomi. Sedang dana yang diterima LPMK dari FI dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat suku Amungme dan Kamoro.

Besaran dana social development adalah 1% dari pendapatan kotor. Perusahaan meraih laba atau rugi, kewajiban membayar 1% dari penjualan harus tetap dilakukan. Dirut PT FI Tony Wenas mengatakan, dana pembangunan masyarakat sebesar 1% dari pendapatan itu sudah sangat besar. Tidak semua perusahaan besar di Indonesia melakukan itu.

Pada tahun 2018, PT FI meraih penjualan US$ 6 miliar. Satu persen dari pendapatan kotor itu setara US$ 60 juta. Dana itu diserahkan kepada LPMAK untuk menyulitkan kepada masyarakat. Namun, demi tanggung jawab sosial, Freeport membelanjakan lagi US$ 40 juta untuk membantu masyarakat. Total dana US$ 100 juta itu setara Rp 1,4 triliun lebih.

Saat ini, sekitar 10.000 rumah tangga di Papua dan Papua Barat yang belum mendapat listrik. Jika pemda dan Freeport membantu, mereka akan segera mendapatkan penerangan. Begitu pula dengan air bersih bagi masyarakat. "Jika Pak Bupati dan Wakil Bupati tak sering-sering ke Jakarta, saya kira masyarakat kita akan cepat maju," kata Menteri.

Sekolah Taruna Papua di Timika.

Sekolah Taruna Papua adalah sekolah berasrama untuk pendidikan sembilan tahun. Semua siswa yang belajar di sekolah ini diasramakan. Wakil Bupati Mimika mengakui, asrama memberikan pendidikan karakter yang bagus kepada siswa. Di asrama mereka belajar disiplin.

Di hadapan masyarakat Papua, Jonan mengatakan, dengan kepemilikan 51%, Freeport kini sudah menjadi milik bangsa. Ia mengimbau siswa-siswi Papua untuk belajar lebih tekun. "Mudah-mudahan, pada tahun 2041, tenaga ahli di Freeport diisi oleh anak-anak Papua," ujarnya.

Dalam penguasaan teknologi, kata Jonan, ia yakin anak Indonesia mampu belajar. Namun, dalam disiplin dan pembangunan karakter, anak-anak Indonesia harus belajar lebih tekun.

Timika kini sudah menjadi kota yang ramai. Pada tahun 1970-an awal, Timika hanya dihuni sekitar 1.000 orang. Namun, kini penduduk Timika sudah 250.000 orang.



Sumber: BeritaSatu.com