Divestasi Picu Lonjakan Laba PT Merck di 2018

Divestasi Picu Lonjakan Laba PT Merck di 2018
Tampak jajaran direksi PT Merck Tbk usai RUPS di Jakarta, Kamis 2 Mei 2019. (ki-ka) Arryo Aritrixso Wachjuwidajat (Direktur), Bambang Nurcahyo (Direktur) Dr. Martin Feulner (Presiden Direktur) dan Evie Yulin (Direktur). ( Foto: Dok )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Kamis, 2 Mei 2019 | 23:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Merck Tbk (MERK) sepanjang 2018 membukukan laba Rp 1,17 triliun atau meningkat 649 persen dari tahun 2017 sebesar Rp 156 miliar, karena adanya laba divestasi segmen usaha consumer health sebesar Rp 1,36 triliun.

"Tahun 2018, perseroan membukukan peningkatan laba karena adanya divestasi consumer health," kata Presiden Direktur PT Merck Tbk Martin Feulner usai paparan publik perseroan di Jakarta, Kamis (2/5/2019) seperti dikutip keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com.

Martin Feulner mengatakan peningkatan laba sejalan dengan kenaikan laba per saham menjadi Rp 2.597 pada 2018, atau naik 704 persen dari Rp 323 pada 2017.

Sementara penjualan bersih 2018 sebesar Rp 1,15 triliun, turun kurang dari 1 persen, dari Rp 1,16 triliun pada 2017. Penurunan terutama disebabkan pengalihan penjualan pada Desember 2018 dari operasi yang dihentikan yakni segmen usaha consumer health.

Sejalan keputusan Grup Merck memfokuskan strategi pada bisnis yang didorong oleh inovasi dan bertransformasi menjadi perusahaan sains dan teknologi terdepan, bisnis consumer health secara resmi dialihkan ke P&G pada 1 Desember 2018 dan semua proses transisi telah berjalan dengan lancar sesuai dengan aturan yang berlaku.

Namun, berdasarkan pencapaian operasional yang dilanjutkan yakni segmen usaha obat resep dan bahan baku obat (BBO), pendapatan meningkat dari Rp 582 miliar pada 2017 menjadi Rp 612 miliar pada 2018. Sedangkan laba usaha meningkat dari Rp 42 miliar menjadi Rp 47 miliar pada 2018. Adapun laba sebelum pajak penghasilan meningkat dari Rp 42 miliar menjadi Rp 50 miliar pada 2018.

Martin Feulner mengatakan perseroan terus berkomitmen menjalankan bisnis perawatan kesehatan untuk memberikan pelayanan prima kepada pelanggan melalui peningkatan kapasitas, produk dan layanan yang inovatif, serta memberikan kontribusi sosial.

Selain itu, perseroan menavigasi fokus pada hal-hal yang penting seperti divestasi bisnis obat bebas, meningkatkan pencapaian operasional yang dilanjutkan yakni bisnis obat resep dan BBO, serta memaksimalkan kinerja pabrik dengan mengembangkan potensi ekspor.

Segmen usaha Biopharma berkontribusi terhadap 45 persen total penjualan perseroan dengan pertumbuhan mencapai 27 persen pada 2018.



Sumber: BeritaSatu.com