Hingga April, Adhi Karya Raih Kontrak Baru Rp 3,9 Triliun

Hingga April, Adhi Karya Raih Kontrak Baru Rp 3,9 Triliun
Jajaran direksi PT Adhi Karya (Persero) Tbk saat konferensi pers di Jakarta, Kamis 9 Mei 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Whisnu Bagus )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Kamis, 9 Mei 2019 | 20:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI), emiten BUMN konstruksi hingga April 2019 mencatat kontrak baru sebesar Rp 3,9 triliun dari target sepanjang tahun ini Rp 35 triliun.

"Realisasi kontrak baru tersebut diraih mayoritas berasal dari lini bisnis konstruksi dan Engineering, Procurement and Construction (EPC) sebesar 81 persen sedangkan sisanya sebesar 19 persen merupakan proyek-proyek dari lini bisnis lainnya," kata Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk Budi Harto saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Sementara berdasarkan segmentasi sumber dana, Budi Harto menjelaskan, kontrak baru April terdiri dari swasta/lainnya sebanyak 7 persen, BUMN tercatat 86 persen, dan APBN/APBD sebesar 7 persen. Sedangkan berdasarkan tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari gedung sebanyak 69 persen, dermaga 6 persen, jalan dan jembatan 2 persen, serta infrastruktur lainnya sebesar 23 persen.

Untuk progres light rail transit (LRT) wilayah Jabodetabek Fase I Budi Harto menjelaskan, telah mencapai 61,9 persen. Perinciannya lintas pelayanan 1 Cawang-Cibubur telah mencapai 81,7 persen, Cawang-Kuningan-Dukuh Atas mencapai 50,7 persen, dan Cawang-Bekasi Timur 56 persen.

Sementara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menyetujui pembagian dividen sebesar 20 persen dari laba bersih perusahaan tahun 2018 atau sebesar Rp 128,8 miliar. Jumlah tersebut sama dengan besaran dividen yang dibagikan tahun lalu. Adapun sisa dana sebesar 80 persen dari laba bersih akan digunakan perusahaan untuk pengembangan usaha. "Laba bersih yang ditahan Rp 515 miliar. Kenapa ditahan? Dalam rangka mengembangkan usaha, kami merencanakan beberapa investasi ke depan," kata Budi Harto.

Sepanjang 2018, Adhi Karya membukukan kenaikan laba bersih sebesar 24,97 persen menjadi Rp 644,15 miliar dibandingkan dengan tahun 2017 sebesar Rp 515,41 miliar. Laba bersih ini ditopang pendapatan yang tumbuh tipis 3,29 persen mencapai Rp 15,65 triliun dari tahun sebelumnya Rp 15,15 triliun.

Dalam kesempatan itu, pemegang saham juga memutuskan memberhentikan Muchlis Rantoni Luddin sebagai komisaris independen dan mengangkat Abdul Muni sebagai penggantinya. Perseroan juga mengangkat kembali Pundjung Setya Brata sebagai direktur operasi 2.



Sumber: BeritaSatu.com