Kemhub Minta Maskapai Segera Sesuaikan Tarif Batas Atas

Kemhub Minta Maskapai Segera Sesuaikan Tarif Batas Atas
Ilustrasi penumpang pesawat. ( Foto: Antara )
Thresa Sandra Desfika / FER Kamis, 16 Mei 2019 | 15:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perhubungan (Kemhub) menerbitkan keputusan menteri perhubungan perihal penurunan tarif batas atas (TBA) penumpang pesawat jet kelas ekonomi penerbangan domestik dengan kisaran 12 persen hingga 16 persen yang ditetapkan pada 15 Mei 2019. Karena itu, seluruh maskapai nasional wajib mentaati keputusan tersebut paling lambat dua hari sejak ditetapkan atau pada 18 Mei 2019.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti menjelaskan, perubahan keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

"Revisi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap aspirasi dari masyarakat dengan tetap memperhatikan keberlangsungan industri penerbangan, terutama menjelang pelaksanaan angkutan Lebaran tahun 2019," kata Polana di Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Penurunan TBA sebanyak 12 persen hingga 16 persen, kata Polana, tetap mengedepankan faktor-faktor substansial seperti keselamatan, keamanan, dan juga on time performance (OTP) tetap menjadi prioritas.

Menurut Polana, komponen biaya yang memberi kontribusi terhadap penurunan TBA tersebut berasal dari efektifitas operasional pesawat udara di bandara sehingga terjadi efisiensi bahan bakar dan juga efisiensi jam operasi pesawat udara.

Dengan peningkatan OTP memberikan kontribusi terhadap efisiensi pengoperasional pesawat udara. Peningkatan OTP, di mana pada Januari-Maret 2019 tercatat adanya peningkatan ketepatan waktu penerbangan OTP rata-rata 86,29 persen dari 78,88 persen pada periode yang sama tahun 2018.

Polana mengharapkan, agar masyarakat dapat memahami karena harga tiket bersifat fluktuatif. Terkait penentuan dasar tarif tidak hanya dipengaruhi oleh single factor tapi multi factor di antaranya biaya operasional penerbangan, jasa kebandarudaraan (PSC), jasa pelayanan navigasi penerbangan, pajak, asuransi dan lain-lain. Beberapa komponen ini sangat dipengaruhi oleh kurs dolar terhadap rupiah.



Sumber: BeritaSatu.com