Kapal Pembangkit Listrik Dorong Investasi dan Perekonomian Daerah

Kapal Pembangkit Listrik Dorong Investasi dan Perekonomian Daerah
Kapal pembangkit listrik. ( Foto: Antara )
Yudo Dahono / YUD Kamis, 16 Mei 2019 | 20:29 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Defisit pasokan listrik di sejumlah daerah di Indonesia teratasi seiring dengan datangnya pembangkit listrik terapung atau dikenal dengan Kapal Marine Vessel Power Plant (MVPP) yang disewa PT PLN bertahap sejak akhir 2015. Kehadiran MVPP di berbagai daerah terbukti menjamin ketersediaan kapasitas listrik dalam mendorong investasi dan perekonomian di daerah terutama mengelola aneka potensi sumber daya alam bernilai ekonomis, baik untuk domestik maupun ekspor.

Saat ini ada lima marine vessel power plant (MVPP) beroperasi yakni Belawan di Sumatera Utara berkapasitas 240 MW, Amurang di Sulawesi Utara 120 MW, Ambon 60 MW, dan Kupang 60 MW.

Direktur Bisnis Regional Jawa bagian Timur, Bali dan Nusa Tenggara PLN Djoko Rahardjo Abumanan pihaknya masih membutuhkan aliran listrik dari MVPP. Kapal pembangkit tersebut diperlukan guna mencukupi daya di sejumlah daerah karena pembangkit listrik permanen yang belum siap.

Ia menuturkan, dalam mengoperasikan MVPP tersebut PLN berkontrak berdasarkan tender selama lima tahun dengan PT Karpowership Indonesia atau Karadeniz Powership, asal Turki. Pengoperasiannya berlangsung sejak tahun 2016 hingga tahun 2021.

Djoko memastikan MVPP diperlukan mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan dan kapal pembangkit ini bisa menjadi solusi alternatif karena bisa bergerak secara mobile. “Misalnya di Sumatera. Kalau di Selatan, itu bisa karena batubara banyak di sana (bisa menggunakan PLTU). Tapi kalau yang utara, MVPP kan bisa bergerak, begitu juga untuk sejumlah kepulauan lainnya,” ujarnya, Kamis (16/5/2019).

Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu mengapresiasi kehadiran investor listrik, Kar Powership Indonesia di Sulawesi Utara. Ia berharap pasokan listrik di Sulut berjalan baik, tidak ada lagi pemadaman listrik sehingga bisa membantu mendorong perekonomian daerah.“Dengan hadirnya Kar Powership Indonesia, listrik di Sulut lebih khusus Minsel tidak padam lagi,” kata Tetty.

Sementara itu Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Sulut Hangky Gerungan melalu Wakil Ketua Ivanry Matu mengatakan, listrik sangat penting dalam semua sektor. Ia mengakui Sulut masih kekurangan listrik. Ini juga menjadi salah satu pertimbangan para pemodal besar (investor) untuk berinvestasi. Apalagi, Sulut sudah ditetapkan menjadi dua Kawasan Ekonomi Khusus. KEK Bitung untuk kawasan industri dan KEK Likupang untuk kawasan pengembangan pariwisata.

Menurut Matu, listrik adalah bagian dari infrastruktur penting untuk ekonomi suatu negara, bukan hanya dari sisi pembangunan tapi semua sektor seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, dunia dirgantara dan lainnya. Bahkan, saat ini, dunia pertanian yang berbasis agribinis sehingga listrik itu menjadi sangat penting. “Intinya kami menyambut baik MVPP karena memang listrik adalah jantung untuk menggerakan nadi ekonomi daerah maupun nasiona,” ujarnya.

Sementara itu pengamat ekonomi asal Sumatera Utara Gunawan Benjamin mengatakan kehadiran kapal pembangkit listrik di Sumatra Utara sejak beberapa tahun terakhir menjadi salah satu pendukung aktivitas ekonomi setempat. Hal ini disebabkan ketersediaan listrik di Sumut semakin bertambah seiring dengan masuknya pasokan listrik dari kapal pembangkit listrik sehingga mempengaruhi semua aktivitas masyarakat, khususnya pada sektor ekonomi. "Baik masyarakat dan semua jenis industri di Sumut itu bergantung dari ketersediaan energi listrik," jelasnya

Gunawan mengatakan, sejauh ini PLN kerap mengklaim Sumut memiliki kelebihan daya, atau surplus sebesar 10% karena Sumut diklaim memilki sumber daya 2.200 MW dengan kebutuhan sekitar 2.000 MW. Namun yang menjadi pertanyaan sering terjadi pemadaman listrik walaupun PLN sudah memberikan pengumuman akan adanya gangguan pasokan listrik karena alasan pemeliharaan atau perbaikan.

“Nah, kehadiran kapal mesin pembangkit ini sejatinya akan membuat pasokan berpeluang lebih mampu untuk memenuhi kebutuhan listrik di Sumut. Terlebih jika dijadikan cadangan terkait dengan penggunaan daya penuh selama masa Ramadhan dan Idulfitri," jelasnya.

Tak Ada Pemadaman
Ketua MUI Kota Ambon Abdul Manan Latuconsina mengatakan, berbagai pasilitas umum yang disediakan pemerintah dan pihak swsata di Kota Ambon sangat mendukung warga muslim Kota Ambon dalam menjalankan ibadah puasa. Sejak pengoperasian MVPP di Kabupaten Maluku Tengah, Pulau Ambon nyaris tak ada pemadaman listrik selama bulan suci ramdahan tahun ini. Kondisi ini berbeda dengan tahun-tahun sebelum kapal asal Turki itu mengaliri listrik ke Pulau Ambon tahun 2017.

"Hingga Ramadan ke 10, keamanan kondusif, kelistrikan membaik, kebutuhan ekonomi tercukupi, kami sangat mengpareiasi semuanya," kata Latuconsina.

Kapasitas listrik PLN wilayah Maluku dan Maluku Utara sebesar 120 MW dengan beban puncak hanya 60 MW sehingga strategis bagi investasi. Kapal listrik itu berkapasitas 60 MW itu bertujuan untuk memperkuat pelayanan PT PLN dalam mengatasi kekurangan pasokan listrik di kota maupun pulau Ambon.

Menurutnya, pengoperasian kapal genset ini sebagai 'jembatan' sebelum proyek listrik 35.000 MW tuntas. Pemanfaatan kapal pembangkit listrik ini membantu daerah di Indonesia yang kekurangan listrik. Wilayah Indonesia yang merupakan kepulauan cocok untuk pembangkit listrik apung.

 



Sumber: BeritaSatu.com