Tiket Mahal, Pendapatan Bandara Minangkabau Turun 25 Persen

Tiket Mahal, Pendapatan Bandara Minangkabau Turun 25 Persen
Pengelola Bandara Internasional Minangkabau Padang Pariaman, PT Angkasa Pura II menyatakan, kenaikan tiket pesawat sejak awal 2019 menyebabkan penurunan jumlah penumpang pesawat hingga 20%. ( Foto: Beritasatu TV )
Aichi Halik / AHL Kamis, 16 Mei 2019 | 20:47 WIB

Padang, Beritasatu.com - Pengelola Bandara Internasional Minangkabau Padang Pariaman, PT Angkasa Pura II menyatakan, kenaikan tiket pesawat sejak awal 2019 menyebabkan penurunan jumlah penumpang pesawat hingga 20%.

Manager Operasional PT Angkasa Pura II Bandara Minangkabau, Fitra Maulana mengatakan, penurunan jumlah penumpang tersebut menyebabkan target pendapatan bandara turun 25%.

"Penurunan pendapatan mencapai 25% dari tahun kemarin (2018). Semua bisnis menurun, seperti dari sisi bisnis aero dan non aero semua terdampak," kata Fitra di Bandara Internasional Minangkabau, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Kamis (16/5/2019).

Fitra mengatakan, kerugian mulai terjadi sejak Januari 2019 sebagai dampak mahalnya tiket pesawat dan juga kebijakan bagasi berbayar.

Akibat anjloknya jumlah penumpang, setiap hari rata-rata 20 penerbangan dibatalkan. Saat kondisi normal, Bandara Internasional Minangkabau melayani 42 penerbangan dengan jumlah penumpang mencapai 11 ribu orang per hari.

Namun, sejak januari hingga saat ini jumlah penumpang paling banyak hanya sekitar 7.000 hingga 8.000 per hari.

Bahkan pada awal Ramadan jumlah penumpang semakin menyusut ke angka 4.000 orang per hari.



Sumber: BeritaSatu TV