Perusahaan Pendukung Diminta Beri Diskon untuk Maskapai

Perusahaan Pendukung Diminta Beri Diskon untuk Maskapai
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana Banguningsih Pramesti (dua dari kanan) memberi keterangan kepada media terkait tarif batas atas tiket pesawat, di Jakarta, Kamis, 16 Mei 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Herman )
Herman / FER Kamis, 16 Mei 2019 | 21:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sehubungan dengan diberlakukannya penurunan tarif batas atas (TBA) tiket pesawat kelas ekonomi sebesar 12 persen hingga 16 persen, Direkur Jenderal Perhubungan Udara, Polana Banguningsih Pramesti mengimbau agar pemangku kepentingan lain di sektor penerbangan bisa memberikan insentif kepada maskapai.

Pemangku kepentingan yang dimaksud seperti penyelenggara bandar udara dan juga perusahaan penyedia layanan navigasi penerbangan atau AirNav. Terkait hal tersebut, Dirjen Perhubungan Udara juga sudah menyurati PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, dan AirNav Indonesia.

"Kami mengharapkan dan sudah mengadakan pertemuan juga dengan para stakeholder, terutama yang di bawah kendali Kementerian Perhubungan seperti bandar udara dan AirNav, agar penyelenggara bandar udara dan penyelenggara navigasi penerbangan bisa memberikan insentif kepada badan usaha angkutan udara, bisa sedikit memberikan diskon," kata Polana Banguningsih, di gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Polana menambahkan, penurunan TBA yang tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 106 Tahun 2019 ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap aspirasi dari masyarakat dengan tetap memperhatikan keberlangsungan industri penerbangan, terutama menjelang pelaksanaan Angkutan Lebaran tahun 2019.

Terkait pemberlakukan tarif baru tersebut, Polana mengingatkan Badan Usaha Angkutan Niaga Berjadwal harus segera melakukan penyesuaian paling lambat dua hari sejak tetapkan keputusan menteri ini, atau tanggal 18 Mei 2019. Keputusan baru ini juga akan dievaluasi secara berkala setiap tiga bulan dan sewaktu waktu apabila terjadi perubahan signifika yang mempengaruhi keberlangsungan kegiatan badan usaha angkutan udara.

"Ketentuan ini berlaku untuk angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri kelas ekonomi yang terdiri dari tiga kelas pelayanan, yaitu full services, medium services, dan low cost carrier atau LCC. Ketentuan ini juga hanya untuk pesawat sejenis jet," jelas Polana.



Sumber: BeritaSatu.com