PTPP Bukukan Kontrak Baru Rp 10,7 Triliun Hingga April 2019

PTPP Bukukan Kontrak Baru Rp 10,7 Triliun Hingga April 2019
Ilustrasi PT PP Persero Tbk. ( Foto: Beritasatu Photo/Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Jumat, 17 Mei 2019 | 23:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan pendapatan usaha (revenue) mencapai Rp 4,96 triliun pada kuartal I-2019, atau tumbuh sebesar 34,92 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 3,68 triliun.

Perolehan revenue tersebut, berpengaruh positif terhadap profitabilitas perusahaan sehingga laba bersih perseroan mencapai Rp 238 miliar atau naik sebesar 16,67 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 204 miliar.

Per 31 Maret 2019, perseroan memiliki total ekuitas sebesar Rp 16,65 triliun atau meningkat sebesar 13,74 persen dibandingkan dengan Rp 14,63 triliun per tanggal 31 Maret 2018.

Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPP, Agus Purbianto, mengatakan, perseroan berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp10,75 triliun sampai dengan akhir April 2019.

"Sampai dengan April 2019 ini, perseroan berhasil merealisasikan perolehan kontrak baru sebesar 21 persen dari total target yang ditetapkan oleh manajemen perseroan, yaitu sebesar Rp 50,30 triliun di akhir tahun 2019 sehingga manajemen optimistis target kontrak baru tahun ini akan tercapai," ujar Agus Purbianto di sela acara buka puasa bersama media, di Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Agus menerangkan, pencapaian kontrak baru sebesar Rp 10,75 triliun tersebut terdiri dari kontrak baru induk perseroan sebesar Rp9,41 triliun dan anak perusahaan sebesar Rp 1,34 triliun.

Beberapa proyek yang berhasil diraih Perseroan sampai dengan April 2019, antara lain RDMP RU V Balikpapan Tahap II sebesar Rp3,38 triliun, jalan Tol Indrapura Kisaran (lanjutan) sebesar Rp3 triliun, Pesantren Mualimin Yogyakarta sebesar Rp470 miliar, Soekarno Hatta Section 1 & Section 2 (pekerjaan tambah) sebesar Rp455 miliar, Kereta Api Makassar Pare-Pare sebesar Rp450 miliar, Sapras SPBU Rest Area sebesar Rp334 miliar, SPAM Gresik Rp300 miliar, RSUD Soreang Rp269 miliar dan sebagainya.

Sampai dengan April 2019, perolehan kontrak baru dari Pemerintah (APBN) mendominasi perolehan kontrak baru perseroan dengan kontribusi sebesar 8,93 persen, disusul oleh BUMN sebesar 67,59 persen dan swasta sebesar 23,46 persen dari total perolehan kontrak baru.

Sedangkan, perolehan kontrak baru berdasarkan jenis atau tipe pekerjaan, yaitu: Jalan & Jembatan sebesar 32,23 persen, Oil & Gas sebesar 31,48 persen, Gedung sebesar 24,42 persen, Industri sebesar 6,51 persen, Railway sebesar 4,19 persen dan Power Plant sebesar 1,17 persen.



Sumber: BeritaSatu.com