IPOnya Sukses, Start-up Kedai Kopi Ini Kini Bernilai Rp 81 T

IPOnya Sukses, Start-up Kedai Kopi Ini Kini Bernilai Rp 81 T
Dalam foto tertanggal 2 Agustus 2018 ini, tampak seorang kurir mengantar kopi Luckin Coffee di Beijing. ( Foto: AFP )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Sabtu, 18 Mei 2019 | 20:57 WIB

New York, Beritasatu.com - Perusahaan start-up kopi asal Tiongkok Luckin Coffee bertekad mengambil alih posisi Starbucks sebagai jaringan kopi terbesar di Tiongkok. Dalam penawaran saham perdananya di Nasdaq, Amerika Serikat pada Jumat (18/5/2019) kemarin, Luckin berhasil mengumpulkan US$ 561 juta (Rp 8 triliun).

Saham Luckin melesat hingga 50 persen dalam debutnya di Nasdaq dan berhasil meraup US$ 561 juta. Perdagangan dibuka di US$ 25 per saham, di atas harga penawaran perdana sebesar US$ 17. Perusahaan berbasis di Beijing juga menambah penawaran saham IPO sebesar 3 juta lembar menjadi 33 juta lembar saham. Pada penutupan saham Jumat, Luckin naik 20 persen dan ditutup di US$ 20,38 per saham, sehingga kapitalisasi pasar Luckin sebesar US$ 5,6 miliar (Rp 81,3 triliun).

Luckin ingin mengambil alih Starbucks sebagai waralaba kopi terbesar di Tiongkok. Sejak didirikan dua tahun lalu, Luckin telah memiliki 2.370 gerai dan berencana menambah 2.500 gerai lagi tahun ini. Berbeda dengan Starbucks, gerai-gerai Luckin lebih kecil dan dekat dengan pelanggan sehingga memudahkan pembelian.

CFO Luckin Reinout Schakel kepada CNBC, Jumat (17/5/2019) mengatakan bahwa Luckin berbeda dengan Starbucks. "Pendiri perusahaan kami terbiasa menggunakan teknologi dan mendisrupsi pasar," kata Schakel. Luckin didirikan oleh pengusaha Jenny Qian Zhiya pada 2017.

Menurut Schakel, Luckin memanfaatkan aplikasi untuk memesan minuman. Hal ini, menurut Schakel, lebih efisien dan menghasilkan lebbih sedikit limbah dibanding cara-cara konvensional. Melalui aplikasi, perusahaan juga bisa mengakses data konsumen sehingga bisa digunakan untuk menambah/mempertahankan pelanggan. "Target kami adalah menurunkan biaya per cangkir kopi," kata dia.

Menurut Statista, pasar kopi siap minum di Tiongkok diperkirakan mencapai US$ 8,2 miliar tahun ini dan tumbuh 11,3 persen tiap tahunnya selama lima tahun ke depan. Teh masih menjadi minuman favorit konsumen Tionghoa. Luckin juga mempersiapkan minuman teh yang trendi untuk menarik pelanggan.

Luckin juga mencoba menarik pelanggan baru dengan memberikan diskon. Harga kopi Luckin rata-rata lebih murah 25 persen dibandingkan Starbucks. Akibat strategi ini, Luckin mencatat penjualan US$ 125,3 juta dan rugi US$ 241,3 juta tahun lalu. Namun, dengan dana IPO, Luckin bisa melakukan ekspansi toko, pelanggan, teknologi dan lain-lain.



Sumber: CNBC