Nusantara Infrastructure Optimistis Kinerja Makin Bertumbuh di Kuartal II

Nusantara Infrastructure Optimistis Kinerja Makin Bertumbuh di Kuartal II
Direktur Utama PT Nusantara Infrastructure M. Ramdani Basri saat paparan pubik di Jakarta, Selasa (27/11/18). Nusantara Infrastructure mencatat pendapatan sebesar Rp 513 miliar hingga 30 September 2018. ( Foto: beritasatu photo / mohammad defrizal )
Mashud Toarik / MT Selasa, 21 Mei 2019 | 21:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Direktur PT Nusantara Infrastructure Tbk (META), Ramdani Basri yakin pertumbuhan kinerja perusahaannya makin baik di kuartal II-2019 dibanding periode yang sama tahun lalu.

Optimisme tersebut didorong oleh sejumlah lini usaha yang mulai memberikan kontribusi, terutama di sektor air bersih dan energi. Saat ini perusahaan yang bergelut di bidang infrastruktur tersebut tercatat menjalankan usaha pada empat lini bisnis yakni, jalan tol, air energi dan pelabuhan.

“Kontribusi pelabuhan masih kecil, mayoritas pendapatan masih disumbang oleh portofolio jalan tol mencapai 65%, namun seiring langkah akuisisi yang dilakukan di sektor air bersih maupun energi, maka dua bisnis tersebut akan memberikan kontribusi signifikan dimasa datang,” papar Ramdani di Jakarta, Selasa malam, (21/5/2019).

Kendati begitu, Ramdani menolak menyampaikan target pertumbuhan kinerja yang dikejar pada kuartal II-2019. “Pertumbuhannya tergantung capaian merger dan akuisisi yang dilakukan, apakah kita mendapat portofolio yang besar atau kecil, jadi sulit untuk mengatakan jumlahnya. Tetapi intinya pasti ada kenaikan pendapatan dan laba bersih,” tandasnya.

Sebagai catatan, sebelumnya pada kuartal I-2019 emiten dengan kode saham META di Bursa Efek Indonesia tersebut melaporkan kenaikan laba bersih sebesar 6,44% dibanding kuartal I-2019, dari Rp 63,76 miliar menjadi Rp 67,87 miliar.

Sementara total pendapatan tercatat Rp 155,27 miliar, turun 20,90% dari Rp 196,33 miliar pada periode yang sama 2018. Sedangkan laba kotor Rp 108,40 miliar, turun dari Rp 139,90 miliar, dan laba usaha Rp 73,82 miliar, turun dari Rp 98,54 miliar.

Kabar Baik Hasil Pilpres

Sementara itu manajemen META menyambut positif hasil pemilihan presiden yang dimenangkan oleh pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin. Menurutnya ini merupakan kabar baik bagi dunia usaha khususnya yang bergelut di sektor infrastruktur.

Pasalnya selama ini pembangunan infrastruktur berjalan sesuai jalur yang benar, dimana pelaku usaha swasta juga diberikan peran yang luas untuk berkontribusi membangun infrastruktur, khususnya di Pulau Jawa. “Kita lihat BUMN aktif membangun di luar Pulau Jawa yang sulit dilakukan pihak swasta, sementara di Pulau Jawa, swasta diberikan peran yang cukup besar,” ujar Ramdani.

Secara umum Ramdani menilai bahwa, langkah Presiden Jokowi yang agresif membangun infrastruktur merupakan langkah tepat dalam membawa Indonesia menjadi salah satu dari empat negara dengan ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2030 dan 2045. Sebab infrastruktur merupakan dasar untuk memacu pertumbuhan ekonomi, dan hal ini menurutnya tidak pernah dilakukan oleh pemerintah-pemerintah sebelumnya.

“Sekarang kalau saya lihat cara berfikirnya, kemudian eksekusi yang dilakukan presiden sekarang itu on tract, benar arahnya, jadi saya optimistis Indonesia akan jadi negara besar,” ujarnya.

Lebih jauh terkait fokus pengembangan sumber daya manusia yang direncanakan Jokowi pada pada periode kedua pemerintahannya juga langkah tepat sebab menurutnya ada dua hal di infrastruktur yang perlu dilakukan sebuah negara, yakni economic infrastructure untuk membantu pertumbuhan ekonomi dan social infrastructure membangun manusia, yaitu pendidikan, kesehatan dan sebagainya. “Kita sih optimistis keduanya akan berjalan dengan baik,” ujarnya.



Sumber: Majalah Investor