Bambang Brodjonegoro: Tingkatkan Volume Perdagangan dengan Belanda

Bambang Brodjonegoro: Tingkatkan Volume Perdagangan dengan Belanda
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Kerja Sama Pembangunan Belanda HE Sigrid Kaag, di Paris, Rabu (22/5/2019). ( Foto: Istimewa )
Rully Satriadi / RSAT Kamis, 23 Mei 2019 | 09:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menekankan pentingnya meningkatkan volume perdagangan dengan Belanda, walaupun skema kerja sama pembangunan bilateral Official Development Assistance (ODA) antara pemerintah Belanda dan Indonesia telah dihentikan.

Hal itu disampaikan Bambang Brodjonegoro seusai pertemuan dengan Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Kerja Sama Pembangunan Kerajaan Belanda HE Sigrid Kaag di sela kunjungan kerja menghadiri Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) Ministerial Meeting 2019 di Paris, Prancis, Rabu (22/5/2019).

Di sela kunjungan tersebut Bambang Brodjonegoro melakukan pertemuan bilateral dengan Sigrid Kaag untuk memperkuat kerja sama pembangunan dan ekonomi kedua negara. Pertemuan bertujuan membahas selesainya komitmen pemerintah Belanda dalam mengimplementasikan skema kerja sama pembangunan bilateral Official Development Assistance (ODA) dengan pemerintah Indonesia mulai 2020 mendatang.

Menurut Bambang Brodojenegoro, kerja sama ODA antara pemerintah Indonesia dan Belanda telah dihentikan karena ekonomi Indonesia dinilai sudah tumbuh signifikan dalam satu dekade terakhir. Selain itu, pemerintah Belanda juga ingin fokus memberikan bantuan pembangunan kepada negara-negara di sekitar Eropa.

Dengan tidak dilanjutkannya skema kerja sama pembangunan bilateral (ODA) tersebut, kami memahami pentingnya peningkatan koordinasi dan komunikasi antara pemerintah Indonesia dan Belanda, khususnya Kementerian PPN/Bappenas dan Kedutaan Besar Belanda. Untuk itu diperlukan koordinasi yang kuat agar dapat mendukung dan mempercepat implementasi beberapa MoU teknis serta memperluas kerangka kerja sama pembangunan sektoral setelah 2020.

“Kami juga berharap pemerintah Belanda dapat memberikan dukungan hibah di sektor pendidikan dengan memberikan beasiswa,” ujar Bambang Brodjonegoro dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Kamis (23/5/2019).

Apresiasi
Bambang Brodjonegoro menyebutkan, meski skema ODA segera usai, pihaknya sangat mengapresiasi kebijakan pemerintah Belanda untuk tetap memelihara kerja sama dengan Indonesia sebagai bagian program kerja sama pembangunan regional dan global setelah 2020.

Kerja sama pembangunan untuk Indonesia tetap dilanjutkan melalui skema lainnya, baik melalui skema proyek sebagai bagian dari alokasi/program regional dan global maupun kerja sama teknis dan sektoral melalui MoU, seperti pengelolaan sumber daya air, perundang-undangan, pendidikan, maupun pelatihan vokasi. Misalnya dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dilakukan MoU on Water, atau dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ditandatangani MoU Pendidikan Vokasi.

Bambang Brodjonegoro juga berharap kedua belah pihak dapat terus meningkatkan volume perdagangan. Volume perdagangan bilateral Indonesia-Belanda cenderung meningkat dari 2014-2018, yaitu dari US$ 4,589 juta di 2014, US$ 4,22 juta, US$ 3,97 juta, US$ 5,06 juta, hingga US$ 5,13 juta di 2018.

“Dilihat dari neraca perdagangannya, Indonesia dalam posisi surplus. Meski seperti itu, kami merasa perlu untuk tetap meningkatkan volume perdagangan dengan Belanda,” jelas Bambang Brodjonegoro.

Bambang Brodjonegoro juga menghargai upaya pemerintah Belanda dalam mendukung pembangunan berkelanjutan Indonesia khususnya di bidang manajemen sumber daya air.

National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) adalah salah satu contoh proyek kerja sama pembangunan dengan Belanda. Masterplan NCID telah selesai pada 2015 dan sekarang kerja sama NCICD fokus pada pengembangan rencana terintegrasi penanggulangan banjir di Jakarta. Kerja sama tersebut juga mencakup skema dan sumber pembiayaan, serta tinjauan kelembagaannya.

“Di samping itu, kami juga sedang membahas perpanjangan MoU kerja sama antara Indonesia–Belanda–Korea terkait detail engineering design preparation, dan saya berharap pembahasan mengenai perpanjangannya dapat selesai di akhir Mei 2019,” pungkas Bambang Brodjonegoro.