Pembangunan PLTA Batang Toru, Bagian Pelaksanaan Paris Agreement

Pembangunan PLTA Batang Toru, Bagian Pelaksanaan Paris Agreement
Communication and External Affairs Director PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) Firman Taufick (kanan). ( Foto: Istimewa )
Rangga Prakoso / Nurjoni / AO Kamis, 23 Mei 2019 | 17:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemebangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mengurangi emisi karbon dioksida (CO2) minimal sebesar 1,6 juta ton per tahun seperti tertuang dalam Paris Agreement.

“PLTA Batang Toru merupakan bagian dari pelaksanaan komitmen Pemerintah Indonesia dalam Paris Agreement untuk mengurangi emisi karbon dioksida,” kata Communication and External Affairs Director PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) Firman Taufick, kepada Beritasatu.com, belum lama ini.

Pada pertemuan di Paris tahun 2016, Indonesia menyatakan kesiapan untuk menurunkan emisi karbon dioksida (C02) sebesar 29%, bahkan hingga 41% tahun 2030 jika ada bantuan teknologi dan pendanaan dari internasional. Parlemen Indonesia sudah menyatakan persetujuan untuk meratifikasi kesepakatan Paris.

“Jumlah ini setara dengan kurang lebih kontribusi penyerapan karbon oleh 120.000 hektare wilayah hutan,” kata Firman.

PLTA Batang Toru merupakan proyek independent power producer (IPP) yang dibangun oleh PT NSHE. Penandatanganan power purchase agreement (PPA) antara PT NSHE dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah dilakukan pada 21 Desember 2015. PLTA ini diharapkan akan beroperasi pada 2022 dan akan mensuplai energi listrik sebesar 2,124 GWh/tahun yang berkontribusi terhadap 15% kebutuhan beban puncak Sumatera Utara pada saat beroperasi.



Sumber: Investor Daily