Sonny Keraf: Proyek PLTA Batang Toru Harus Dilihat secara Komprehensif

Sonny Keraf: Proyek PLTA Batang Toru Harus Dilihat secara Komprehensif
Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Sonny Keraf. ( Foto: Istimewa )
Rangga Prakoso / Nurjoni / AO Kamis, 23 Mei 2019 | 17:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara menghadapi penentangan dari para pemerhati lingkungan. Mencermati kondisi tersebut, Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) dari unsur pemangku kepentingan lingkungan hidup, Sonny Keraf, mengungkapkan bahwa pihaknya pernah melakukan pertemuan dengan pemerhati lingkungan yang menolak proyek PLTA Batang Toru.

Dia meminta pihak-pihak yang menentang pembangunan PLTA Batang Toru agar mau melihat pembangkit ini secara komprehensif, jangan hanya dilihat satu aspek saja mengenai konservasi orangutan. Pembangkit ini berkontribusi terhadap komitmen global terkait perubahan iklim. Indonesia merupakan salah satu negara yang menyepakati Perjanjian Paris.

"Mereka hanya mempersoalkan dan melihat satu aspek yaitu mengenai konservasi perlindungan orang utan Batang Toru. Padahal proyek itu harus dilihat secara komprehensif,” ujar Sonny kepada Investor Daily, Selasa (21/5/2019).

Dia juga meminta agar pemerhati lingkungan untuk mengawal proyek PLTA Batang Toru. Dengan begitu, konservasi tercapai dan pengembangan energi baru terbarukan (EBT) bisa terwujud. "Jangan mutlak-mutlakan melindungi orangutan dan menggagalkan PLTA," tegas dia.

Menurutnya, bila proyek ini gagal maka menjadi preseden buruk terhadap pengembangan energi baru terbaruk (EBT) di Indonesia. Dengan begitu, ratifikasi Perjanjian Paris pun tidak akan tercapai dan pengembangan EBT yang ditargetkan 23% di 2025 akan sulit diwujudkan.

"Mari duduk bersama sehingga pembangunan PLTA Batang Toru tetap jalan tapi juga ada langkah konkret orangutan dilindungi," ujar dia.



Sumber: Investor Daily