Ekspor Toyota Motor Manufacturing Indonesia Turun 6%
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ekspor Toyota Motor Manufacturing Indonesia Turun 6%

Jumat, 24 Mei 2019 | 15:05 WIB
Oleh : Ridho Syukro / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Gejolak perekonomian global serta adanya proteksionisme di beberapa negara mulai membawa dampak bagi pertumbuhan ekspor otomotif nasional.

Volume ekspor kendaraan utuh (Complete Build Up/CBU) bermerek Toyota pada bulan Januari- April 2019 tercatat sebanyak 61.600 unit atau turun 6 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun 2018 lalu dengan jumlah 65.700 unit.

Beberapa penyebab turunnya kinerja ekspor kendaraan utuh bermerek Toyota antara lain kondisi perekonomian di negara destinasi tujuan ekspor terutama di kawasan Timur Tengah dan Filipina kurang stabil.

Dari total volume ekspor CBU bermerek Toyota tersebut, kontributor terbesar masih dipegang oleh model Sport Utility Vehicle (SUV) Fortuner dengan volume 14.400 unit atau 23 persen dari total volume ekspor.Kemudian disusul oleh Rush dengan volume 12.600 unit serta Agya di tempat ketiga dengan volume 10.800 unit. Model-model lainnya adalah Vios sebanyak 7.500 unit, Avanza sebanyak 8.400 unit, Kijang Innova, Sienta, Yaris serta Town Ace/Lite Ace dengan total volume 7.900 unit.

Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam menjelaskan bahwa situasi yang terjadi saat ini merupakan hal yang tidak bisa dihindarkan dan menjadi risiko yang telah diperhitungkan oleh korporasi.

"Naik turunnya kondisi perekonomian di sebuah negara tujuan ekspor merupakan hal di luar kontrol atau kendali dan tidak terhindarkan,Namun demikian, hal-hal seperti ini tentu telah kami perhitungkan dalam manajemen resiko,” ujar dia dalam siaran persnya yang diterima Investor Daily, di Jakarta, Jumat (24/5/2019).

Walaupun kinerja ekspor CBU di periode Januari-April 2019 ini kurang memuaskan, TMMIN tidak mengoreksi target pertumbuhan ekspor dan masih optimistis bahwa pertumbuhan di atas 5 persen hingga akhir tahun 2019 dapat dipenuhi.

"Belum ada koreksi terhadap target ekspor. Kami masih optimis target pertumbuhan di atas 5 persen dapat tercapai," ujar dia.

Mulai pertengahan tahun, akan ada ekspansi ekspor ke beberapa negara tujuan baru di kawasan Amerika Tengah. Ditambah adanya permintaan fleet order dari negara-negara Timur Tengah dan diharapkan bisa membantu tercapainya target yang ditetapkan.

Penambahan negara tujuan di kawasan Amerika Tengah tersebut melalui proses yang tidak singkat. Studi pasar termasuk peraturan dan regulasi di negara kandidat tujuan ekspor baru dilakukan langsung oleh divisi terkait di TMMIN sejak tahun 2018 yang lalu.

Pada bulan November tahun lalu, TMMIN mengundang para distributor dari kandidat negara tujuan ekspor baru ke Indonesia untuk melihat proses produksi di pabrik Karawang serta berdiskusi mengenai hal-hal yang terkait dengan tren pasar dan karakteristik konsumen di negara-negara tersebut.

Setelah seluruh proses studi selesai, TMMIN kemudian mengusulkan potensi perluasan ekspor ini ke pihak prinsipal untuk mendapatkan persetujuan.

Persaingan yang semakin sengit, ditambah dengan kondisi ekonomi global yang kurang stabil, membuat TMMIN harus semakin proaktif dalam meningkatkan performa ekspor, tidak hanya menunggu order dari prinsipal.

TMMIN membuat divisi khusus yang bertugas mencari pasar-pasar tujuan ekspor baru sebagai upaya dalam menjawab tantangan tersebut.

Toyota Indonesia telah melakukan kegiatan ekspor sejak tahun 1987 yang dimulai dengan ekspor Kijang generasi ketiga ke Brunai Darusalam.

Momentum terbaik kegiatan ekspor Toyota dimulai sejak berjalannya proyek Innovative International Multipurpose Vehicle (IMV) di tahun 2004.

Posisi strategis sebagai salah satu basis produksi dan ekspor di kawasan Asia Pasifik, memberikan peluang yang besar bagi Toyota Indonesia untuk memperluas penetrasi ke pasar global selain memenuhi kebutuhan pasar domestik.

Pengalaman yang panjang dalam melakukan aktivitas produksi kendaraan berstandar global serta kegiatan ekspor yang konsisten, telah mendapat pengakuan dari Pemerintah Indonesia dengan dianugerahkannya Penghargaan Primaniyarta kepada TMMIN sebanyak sembilan kali.



Sumber: Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Menkeu: THR dan Stabilitas Politik Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2019

Salah satu pemicu tingginya konsumsi rumah tangga pada triwulan II adalah pencairan THR pada Mei maupun gaji ke-13 pada Juni 2019.

EKONOMI | 24 Mei 2019

BGR Logistics Gandeng PTP Perkuat Layanan dan Bisnis Logistik

Kerja sama ini dalam rangka pelayanan bongkar muat atas kargo milik BGR Logistics.

EKONOMI | 24 Mei 2019

Sesi I, IHSG Menguat 0,4% ke 6.054

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,4 persen (21,25 poin) ke kisaran 6.053,95.

EKONOMI | 24 Mei 2019

Rupiah Menguat Tipis ke Rp 14.470 Siang Ini

Rupiah berada di level Rp 14.470 per dolar AS atau terapresiasi 10 poin (0,07 persen).

EKONOMI | 24 Mei 2019

Rupiah Terus Menguat

Rupiah berada di level Rp 14.440 per dolar AS atau terapresiasi 40 poin (0,28 persen).

EKONOMI | 24 Mei 2019

IHSG Dibuka Menguat, Bursa Asia Mixed

IHSG dibuka menguat 0,3 persen (18,84 poin) ke kisaran 6.051,54.

EKONOMI | 24 Mei 2019

Maxwin Sosialisasikan Platform Investasi Bebas Riba

Kalangan pemilik dana dapat berinvestasi di lembaga keuangan resmi dengan pengembalian hingga 600 persen.

EKONOMI | 23 Mei 2019

OJK Dorong Pertumbuhan Keuangan Syariah di Jatim

OJK Regional 4 Jawa Timur menggelar Aksi Gaul Rek di Surabaya.

EKONOMI | 23 Mei 2019

Sariguna Primatirta Tambah 5 Pabrik Baru

Dengan penambahan pabrik baru, perseroan optimistis mencapai target penjualan Rp 1,2 triliun.

EKONOMI | 23 Mei 2019

Tanrise Property Optimistis Capai Target Pertumbuhan

Salah satu proyek Tanrise Property yang mendapat respon positif dari pasar adalah apartemen Kyo Society.

EKONOMI | 23 Mei 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS