Friderica Widyasari Dewi: Teknologi Adalah Tulang Punggung Pasar Modal

Friderica Widyasari Dewi: Teknologi Adalah Tulang Punggung Pasar Modal
Direktur Utama KSEI Friderica Widyasari Dewi memberi penjelasan kepada wartawan saat acara Media Gathering KSEI 2018 di Jakarta, Kamis 27 Desember 2018. ( Foto: Beritasatu Photo/Uthan / Uthan )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Minggu, 26 Mei 2019 | 18:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Direktur PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Friderica Widyasari Dewi mengemukakan bahwa teknologi merupakan bagian penting dalam infrastruktur pasar modal Indonesia. Demikian disampaikan Friderica dalam sebuah wawancara dengan Nasdaq baru-baru ini.

Perempuan lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan California State University, AS ini memulai karirnya di Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia). "Saat itu saya melihat pasar modal Indonesia memiliki potensi besar untuk tumbuh dalam hal kapitalisasi, jumlah investor, perusahaan, pengembangan produk, dan lain-lain. Bekerja di SRO (Self-Regulatory Organization) adalah pengalaman yang menarik dan menantang. Saya merasa beruntung bisa ambil bagian berkontribusi dalam pengembangan dan inovasi pasar modal Indonesia," kata Friderica kepada Nasdaq.

"Bergabung dengan SRO (BEI dan KSEI) membuat saya sadar bahwa teknologi adalah tulang punggung pembangunan infrastuktur di pasar modal," tambahnya.

Friderica mengatakan tantangan-tantangan yang dia hadapi justru menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras dan berinovasi dalam menyelesaikan masalah.

"Ketika saya pertama kali bergabung di pasar modal, Indonesia belum seperti ini. Jumlah investor, perusahaan, dan produk masih sedikit. Jumlah transaksi dan kapitalisasi pasar juga masih rendah. Sekarang pasar modal Indonesia tumbuh pesat tetapi masih ada ruang tumbuh. Misalnya, jumlah investor, meskipun tumbuh pesat, tetapi masih sedikit dibandingkan populasi di Indonesia," kata dia.

Dia menambahkan dengan segala potensinya (anggota G20, pertumbuhan ekonomi yang stabil, populasi yang besar, sumber daya alam dan banyak perusahaan yang berpotensi untuk IPO), Indonesia masih berpeluang tumbuh lebih pesat lagi.

Sebagai seorang perempuan di industri yang didorong oleh teknologi, Friderica mengatakan hal tersebut telah memberikan dampak positif dalam karirnya.

Kepada profesional muda yang ingin meniti karir di industri keuangan dan teknologi, Friderica berpesan, "Tetap gigih, optimistis dan percaya diri. Lengkapi diri denngan ilmu pengetahuan dan kemampuan di bidang keuangan dan teknologi supaya kamu lebih maju dibanding yang lain. Jangan pernah terintimidasi. Kemampuan, pengetahuan, sikap positif dan kerja keras akan menentukan kesuksesan," tutupnya.



Sumber: Nasdaq