Skema Baru Infrastruktur Dinilai Akan Masifkan Pembangunan
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-2.06)   |   COMPOSITE 6290.8 (-32.05)   |   DBX 1362.34 (-1)   |   I-GRADE 180.342 (-1.16)   |   IDX30 506.102 (-3.59)   |   IDX80 136.192 (-1.32)   |   IDXBUMN20 397.025 (-3.48)   |   IDXESGL 139.555 (-0.83)   |   IDXG30 142.425 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-3.29)   |   IDXQ30 145.469 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-2.25)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-6.36)   |   IDXV30 134.488 (-2.08)   |   INFOBANK15 1048.13 (3.23)   |   Investor33 435.467 (-1.63)   |   ISSI 181.572 (-2.16)   |   JII 618.362 (-9.56)   |   JII70 218.204 (-3.25)   |   KOMPAS100 1215.76 (-9.91)   |   LQ45 948.468 (-7.11)   |   MBX 1702.13 (-9.99)   |   MNC36 323.237 (-1.37)   |   PEFINDO25 323.55 (-1.68)   |   SMInfra18 308.555 (-4.24)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-1.01)   |  

Skema Baru Infrastruktur Dinilai Akan Masifkan Pembangunan

Sabtu, 1 Juni 2019 | 18:21 WIB
Oleh : Ridho Syukro / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) diapresiasi berbagai kalangan. Pembangunan tersebut dinilai akan mengoneksikan antar daerah di Indonesia.

Pengamat infrastruktur, Shadik Wahono, mengatakan, apa yang dilakukan Presiden Jokowi akan membuat Indonesia sebagai negara yang terus tumbuh dalam hal infrastruktur. Pembangunan yang sudah baik ini akan menjadi lebih masif bila memperhatikan beberapa hal ke depannya.

"Pertama terkait kepercayaan investor. Kepastian hukum, kontrak kerja sama, serta jaminan stabilitas keamanan yang diberikan pemerintah kepada para investor menjadi kunci kesuksesan pembangunan infrastruktur. Pasalnya, di sinilah para investor akan merasa sangat terjamin ketika melakukan investasi di Indonesia,” kata Shadik Wahono, dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Sabtu (1/6/2019).

Kedua, kata Shadik, terkait efisiensi operasional. Dalam hal ini, pemerintah bisa melibatkan sumber daya manusia (SDM) lokal untuk menekan biaya operasional atau operational expenditure (opex). "Serapan tenaga lokal juga berfungsi untuk jangka panjang. Kelak mereka juga yang ikut serta menjaga infrastruktur tersebut," lanjut Shadik.

Ketiga, mengenai teknik konstruksi. Shadik mengaku pembangunan ke depannya bisa mengadopsi teknik konstruksi sosrobahu untuk pembangunan tol elevated atau tol bertingkat. Teknik konstruksi ini bisa mengefisienkan penggunaan jalan. "Sehingga jalan yang dilalui akan tetap lebar dan lancar," ujar Shadik.

Terakhir terkait pembiayaan. Menurut Shadik, di beberapa negara pembiayaan melalui agensi donor kerap membuat pembangunan menjadi lambat. Karena, banyak hal yang harus diperhitungkan. "Hingga saat ini, pembiayaan yang melibatkan bank konvensional masih sangat lebih baik," kata Shadik.

Tentunya, tambah Shadik, untuk melibatkan perbankan, pemerintah bisa membuat mekanisme menarik untuk perbankan konvensional tersebut.

Senada dengan Shadik, pengamat infrastruktur, Nuzul Achzar, menekankan pembangunan pada return of investment atau ROI. "Sehingga tidak akan rugi," kata Nurul.

Untuk itu, lanjut Nurul, ke depannya pemerintah harus memperhatikan skema investasi untuk infrastruktur tersebut. "Saat ini yang terjadi pemerintah melakukan pembangunan terlebih dahulu, setelah itu baru mencari investor dan membuat regulasi," tandas Nurul.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) akan membangun 732 kilometer (km) jalan nasional di 2019. Pembangunan tersebut meliputi jalan tol yang mencapai 218 km. Dengan begitu, total panjang jalan nasional yang dibangun dari periode 2015-2019 mencapai 4.119 km.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Menhub Minta Proses Masuknya Kendaraan Dipercepat

Puncak arus mudik di Pelabuhan Merak diprediksi H-3 Lebaran.

EKONOMI | 1 Juni 2019

PJB Jamin Kelancaran Pasokan Listrik

PJB menggelar Posko Siaga Lebaran di semua Unit Pembangkit dan Kantor Pusat.

EKONOMI | 1 Juni 2019

Menteri Pupera Melepas Mudik Bareng Pegawai Kempupera

ASN Kempupera lakukan mudik bareng gratis.

EKONOMI | 1 Juni 2019

Hingga 31 Mei 2019, Belanja Infrastruktur Kempupera Capai Rp 22,4 Triliun

Penyerapan anggaran Kempupera capai 19,56%.

EKONOMI | 1 Juni 2019

Kemnaker Fasilitasi Pemulangan ABK Markabi Phil yang Terlantar di Qatar

Kemnaker fasilitasi kepulangan tujuh buah anak kapal dari Qatar.

EKONOMI | 1 Juni 2019

47.124 Pelanggan Ajukan Promo Gemerlap Lebaran 2019

PLN melakukan Promo Gemerlap Lebaran 2019.

EKONOMI | 1 Juni 2019

Pekan Ini, IHSG Naik 152 Poin

Pekan ini, nilai kapitalisasi pasar meningkat 2,59 persen (Rp 179 triliun) menjadi Rp 7.071,08 triliun.

EKONOMI | 1 Juni 2019

Harga Minyak Sentuh Level Terendah Akibat Ancaman Tarif Trump

Meksiko adalah salah satu mitra dagang terbesar AS dan pemasok utama minyak mentah.

EKONOMI | 1 Juni 2019

47.124 Pelanggan PLN Ajukan Tambah Daya

Pelanggan bisa mendapatkan tambahan daya listrik dengan cepat.

EKONOMI | 1 Juni 2019

Asuransi BRI Life Siapkan 15.000 Polis Bagi Pemudik

Asuransi BRI Life menyiapkan asuransi kecelakaan diri untuk program mudik bersama Bank BRI tahun ini.

EKONOMI | 1 Juni 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS