Sri Mulyani: Pembatalan Tarif Meksiko Berikan Harapan Baru Perang Dagang AS-Tiongkok

Sri Mulyani: Pembatalan Tarif Meksiko Berikan Harapan Baru Perang Dagang AS-Tiongkok
Sri Mulyani. ( Foto: Antara )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Minggu, 9 Juni 2019 | 12:37 WIB

Jepang, Beritasatu.com - Keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan tarif impor dari Meksiko merupakan langkah positif dan mengindikasikan kemauan AS untuk berkompromi dalam perang dagang dengan Tiongkok. 

Demikian disampaikan Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani kepada Bloomberg di sela-sela pertemuan menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 di Fukuoka, Jepang, Sabtu (8/6/2019).

Trump membatalkan tarif setelah Meksiko setuju mengurangi arus imigran yang masuk ke AS. Trump mengumumkan pembatalan ini lewat akun Twitternya, Jumat (7/8/2019).

Sri Mulyani mengatakan sikap AS memberikan harapan AS dan Tiongkok bisa meraih kesepakatan dalam sengketa dagang. "Kami berharap sikap AS akan menciptakan kebijakan ke arah yang lebih rasional".

Efek perang dagang dirasakan di seluruh penjuru dunia, terutama di pasar modal dan mata uang. Pertumbuhan ekonomi dunia juga terancam melambat. Indonesia juga merasakan akibatnya dalam bentuk menurunnya ekspor yang menyebabkan defisit neraca berjalan melebar dan rupiah melemah.

Sri Mulyani memperingatkan bahwa ketidakpastian ekonomi global memicu volatilitas nilai tukar, pasar modal dan obligasi, membuat arus modal keluar dari negara-negara berkembang. Diperkirakan perang dagang AS-Tiongkok akan berlangsung lama dan melebar ke isu keamanan nasional, seperti kasus Huawei, dan geopolitik.

"Konflik ini akan melebar melebihi perang dagang." kata Sri Mulyani.

Terkait Bank Sentral AS, Sri Mulyani berharap The Fed menurunkan suku bunga untuk memberikan ruang gerak bagi negara-negara berkembang.



Sumber: Bloomberg