RI-Ethiopia Jajaki Kerja Sama Pengembangan Perusahaan Rintisan

RI-Ethiopia Jajaki Kerja Sama Pengembangan Perusahaan Rintisan
Ilustrasi Startup ( Foto: Istimewa )
Eva Fitriani / HK Rabu, 12 Juni 2019 | 20:16 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia dan Ethiopia tengah menjajaki potensi kerja sama di bidang pengembangan bisnis berbasis usaha rintisan (start-up), terutama yang dilakukan oleh pengusaha muda di kedua negara. Seperti halnya di Indonesia, saat ini bisnis berbasis startup yang dijalankan kalangan muda di Ethiopia, juga mengalami perkembangan pesat.

Hal itu mengemuka dalam 1st Indonesia – Ethiopia Young Entrepreneurs Forum yang diselenggarakan Kedutaan Besar RI (KBRI) Addis Ababa, Ethiopia, Selasa (11/6/2019) di Aula KBRI Addis Ababa. Forum dengan tema The Growing Trend of Start-up Businesses itu dihadiri sekitar 140 pengusaha muda Ethiopia dan pembicara dari Indonesia.

“Forum tersebut bertujuan untuk mendorong kerja sama ekonomi dan perdagangan Indonesia dengan Ethiopia, terutama di kalangan pengusaha muda yang mengembangkan bisnis berbasis start-up,” kata Al Busyra Basnur, Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti, dan Uni Afrika dalam keterangan resmi, Rabu (12/6/2019).

Forum pengusaha muda itu menampilkan lima pembicara, pengusaha dan pegiat millennial dari Indonesia dan Ethiopia. Pembicara dari Ethiopia adalah Markos Lemma (IceAddis) dan Kalewongel Tesfaye (Youth 2 Youth). Sementara pembicara dari Indonesia, Fathie Alwina (FASB Production), Edward Bryan Prasetya (Edward Architect and Partner), dan Kevin Alwino (Innovative Youth Project). Ikut menyampaikan Motivational Statements, Ahmed Assen Muhie, Sekjen Kadin Amhara dan Arwin Ludiansyah, professional muda Indonesia yang memimpin sebuah perusahaan multinasional terkenal di Ethiopia.

Selain memaparkan perkembangan bisnis start-up di masing-masing negara, para pembicara juga berbagi pengalaman dengan peserta, termasuk tantangan-tantangan yang mereka alami dalam mendirikan dan mengembangkan usaha.

“Persoalan yang dihadapi pemuda dunia saat ini cukup banyak, terutama di bidang pendidikan dan lapangan kerja. Untuk mengatasi persoalan pemuda, perlu melibatkan pemuda itu sendiri, di antaranya adalah mendorong pemuda untuk membuka dan mengembangkan usaha-usaha sendiri, seperti bisnis berbasis start-up,” tambah Duta Besar Al Busyra Basnur.



Sumber: Investor Daily