Harga Minyak Turun ke Level Terendah Hampir 5 Bulan

Harga Minyak Turun ke Level Terendah Hampir 5 Bulan
Ilustrasi minyak dunia. ( Foto: vungtauoil.com )
/ WBP Kamis, 13 Juni 2019 | 09:01 WIB

New York, Beritasatu.com - Harga minyak mentah jatuh sekitar empat persen ke posisi terendah dalam hampir lima bulan pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB (13/6/2019), tertekan kenaikan tak terduga persediaan minyak mentah AS dan prospek suram permintaan minyak global.

Minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus turun US$ 2,32 atau 3,7 persen menjadi US$ 59,97 per barel pada London ICE Futures ExchangeMinyak, penutupan terendah untuk acuan internasional sejak 28 Januari.

Sementara minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli turun US$ 2,13 atau 4,0 persen menjadi US$ 50,72 per barel di New York Mercantile Exchange, terendah sejak 14 Januari.

Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan stok minyak mentah domestik naik secara tak terduga untuk minggu kedua berturut-turut, naik 2,2 juta barel pada pekan lalu menjadi 485,5 juta barel, setelah analis memperkirakan penurunan 481.000 barel. Stok 485,5 juta barel, berada pada level tertinggi sejak Juli 2017 dan sekitar 8,0 persen di atas rata-rata lima tahun untuk tahun ini.

EIA pada Selasa (11/6/2019) memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak dunia 2019, yang juga menekan harga minyak berjangka.

Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok, dua konsumen minyak terbesar dunia, juga menekan harga.

Sementara Goldman Sachs mengatakan prospek makroekonomi yang tidak pasti dan produksi minyak yang tidak menentu dari Iran serta lainnya dapat menyebabkan OPEC menghentikan pengurangan pasokan.

Dengan pertemuan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) berikutnya yang ditetapkan untuk akhir Juni, pasar mencari apakah produsen minyak utama dunia itu akan memperpanjang pengurangan pasokan mereka.

Negara-negara OPEC dan produsen non-anggota termasuk Rusia, telah membatasi produksi minyak sebesar 1,2 juta barel per hari mulai awal tahun ini untuk menopang harga.

Menteri energi Uni Emirat Arab, Suhail bin Mohammed al-Mazroui, mengatakan pada Selasa (11/6/2019) bahwa anggota OPEC hampir mencapai kesepakatan untuk melanjutkan pengurangan produksi.



Sumber: Reuters, Antara