Brand Value Bank Jatim Tumbuh 23,26%

Brand Value Bank Jatim Tumbuh 23,26%
Pejabat Pengganti Sementara (Pgs) Direktur Utama Bank Jatim, Ferdian Timur Satyagraha (tengah) saat menerima penghargaan dalam ajang Indonesia’s Top 100 Most Valuable Brands 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Amrozi Amenan / FER Jumat, 14 Juni 2019 | 22:47 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) mampu meningkatkan nilai merek (brand value) tahun ini sebesar US$ 79 juta atau tumbuh sebesar 23,26 persen dibandingkan tahun lalu.

Peningkatan nilai merek secara signifikan tersebut, mengantarkan Bank Jatim kembali meraih penghargaan sebagai Indonesia’s Top 100 Most Valuable Brands 2019 dari Brand Finance Asia Pasifik, lembaga konsultan brand internasional yang bermarkas di London, Inggris.

Pejabat Pengganti Sementara (Pgs) Direktur Utama Bank Jatim, Ferdian Timur Satyagraha, mengatakan, tahun ini peringkat Bank Jatim mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun lalu. Kali ini, Bank Jatim menempati posisi 67 atau naik sepuluh peringkat dengan brand value sebesar US$ 79 juta atau mengalami pertumbuhan sebesar 23,26 persen dari tahun sebelumnya.

"Dengan demikian, Bank Jatim juga menjadi salah satu dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang masuk 100 besar merek Indonesia dengan nilai tertinggi,” kata Ferdian, di Surabaya, Jumat (14/6/2019).

Menurut Ferdian, brand merupakan aset tidak terlihat yang sangat bernilai bagi perusahaan. Penghargaan ini merupakan bukti nyata konsistensi Bank Jatim dalam memberikan layanan serta menghadirkan inovasi untuk senantiasa menjaga kepuasan dan loyalitas nasabah.

"Sebagai salah satu brand perbankan di Indonesia, kami ingin selalu memberikan pelayanan yang terbaik bagi nasabah. Untuk itu di tahun ini kami telah meluncurkan beberapa inovasi untuk memberikan kemudahan nasabah dalam melakukan transaksi perbankan beberapa diantaranya e-form kredit dan jatimcode," imbuh Ferdian.

Direktur Pengelola Brand Finance Asia Pasifik, Samir Dixit, mengatakan, proses penilaian penghargaan ini dilakukan secara profesional sehingga mempresentasikan penilaian masyarakat terhadap brand-brand berkualitas dan dipercaya di Tanah Air.

"Untuk meningkatkan nilai merek, para pengelola merek harus fokus dan berinovasi. Ke depan, brand harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang menjadi ekosistem bisnis di masa kini," terang Samir.



Sumber: BeritaSatu.com