Hingga April 2019, PTPP Bukukan Kontrak Baru Rp 10,57 Triliun

Hingga April 2019, PTPP Bukukan Kontrak Baru Rp 10,57 Triliun
Direktur Utama PTPP, Lukman Hidayat, saat peluncuran tagline "Empowering The Future" di kawasan Grand Kamala Lagoon (GKL), Bekasi. ( Foto: Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Minggu, 16 Juni 2019 | 13:25 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT PP (Persero) Tbk (PTPP) hingga April 2019, berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp 10,57 triliun atau sebesar 21 persen dari total target yang ditetapkan perseroan di tahun 2019 sebesar Rp 50,30 triliun.

"Sampai dengan April 2019 ini, perseroan berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp 10,57 triliun atau berhasil merealisasikan perolehan kontrak baru sebesar 21 persen dari total target yang ditetapkan manajemen perseroan, yaitu sebesar Rp 50,30 triliun di tahun 2019. Manajemen optimistis target kontrak baru tahun ini akan tercapai," ujar Direktur Utama PT PP (Persero) Tbk, Lukman Hidayat, dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Minggu (16/6/2019).

Lukman mengatakan, pencapaian kontrak baru sebesar Rp 10,57 triliun tersebut terdiri dari kontrak baru induk perseroan sebesar Rp 9,23 triliun dan anak perusahaan sebesar Rp 1,34 triliun.

Beberapa proyek yang berhasil diraih perseroan sampai dengan April 2019 antara lain, RDMP RU V Balikpapan Tahap II sebesar Rp 3,38 triliun, Jalan Tol Indrapura Kisaran (lanjutan) sebesar Rp 3 triliun, Pesantren Mualimin Yogyakarta sebesar Rp 470 miliar, Runway Soetta Section 1 (pekerjaan tambah) sebesar Rp455 miliar, Kereta Api Makassar Pare-Pare sebesar Rp 450 miliar, Sapras SPBU Rest Area sebesar Rp334 miliar, RSUD Soreang sebesar Rp 269 miliar.

Sampai dengan April 2019, perolehan kontrak baru dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendominasi perolehan kontrak baru perseroan dengan kontribusi sebesar 65,88 persen, disusul oleh swasta sebesar 25,04 persen dan pemerintah (APBN) sebesar 9,08 persen dari total perolehan kontrak baru.

Sedangkan, perolehan kontrak baru berdasarkan jenis atau tipe pekerjaan yaitu, Power Plant sebesar 33,70 persen, Jalan dan Jembatan sebesar 28,46 persen, Gedung sebesar 24,58 persen, Airport sebesar 4,31 persen, Railway sebesar 4,26 persen, Industri sebesar 3,06 persen dan Irigasi sebesar 1,66 persen.



Sumber: BeritaSatu.com