Di Tokyo, Jonan Bertemu Eks PM Fukuoda

Di Tokyo, Jonan Bertemu Eks PM Fukuoda
Menteri ESDM Ignasius Jonan (kiri) bertemu mantan perdana menteri Jepang Fukuoda di Tokyo, 16 Juni 2019. ( Foto: Kementerian ESDM )
Heru Andriyanto / HA Senin, 17 Juni 2019 | 17:27 WIB

Tokyo, Beritasatu.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan bertemu dengan mantan Perdana Menteri Jepang Yasuo Fukuda, dalam lanjutan kunjungannya ke Tokyo, Senin (17/6/2019).

Dalam pertemuan itu, mereka membahas banyak hal terutama sektor energi dan hubungan dua negara.

Fukuda menjabat perdana menteri dari 26 September 2007 hingga 24 September 2008. Saat ini dia menjadi anggota parlemen dan sudah terpilih enam kali dari Distrik Gunma.

Sehari sebelumnya, Jonan bertemu Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri (METI) Jepang Hiroshige Seko untuk menyaksikan penandatanganan Head of Agreement (HoA) pengembangan lapangan hulu migas Abadi di Blok Masela, di Kepulauan Tanimbar, Maluku.

Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Satuan Kerja Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto, dan Shunichiro Sugaya, President Direktur INPEX Indonesia. Turut menyaksikan Takayuki Ueda, CEO dan Presiden Direktur INPEX Corporation.

"Setelah sekian lama dilakukan pembahasan, penandatanganan HOA ini menjadi titik penting bagi investasi hulu migas di Indonesia, dengan nilai sekitar US$18-20 miliar, yang terbesar untuk investasi satu kegiatan di Indonesia, dan merupakan investasi Jepang terbesar sejak lima dekade terakhir," kata Jonan dalam keterangan yang diterima redaksi.

Menurutnya, pengembangan di Blok Masela akan menjadi awal yang baik dalam dalam pengembangan hulu migas di laut dalam Indonesia bagian timur.

Setelah penandatanganan HoA, yang telah mencakup semua hal utama dalam parameter proposal revisi Plan of Development (POD) lapangan Abadi di Blok Masela, diharapkan penyelesaian revisi POD dapat dilakukan secepatnya.

Pengembangan hulu migas di Masela diharapkan dapat memberikan kontribusi tambahan produksi gas bumi sekitar ekuivalen 10,5 juta ton (mtpa) per tahun (sekitar 9.5 juta ton LNG per tahun dan 150 mmscfd Gas Pipa), dengan target onstream di tahun 2027.



Sumber: BeritaSatu.com