Rilis Obligasi Rp 500 M, J Resources Tawarkan Kupon 11%

Rilis Obligasi Rp 500 M, J Resources Tawarkan Kupon 11%
PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) akan menerbitkan obligasi melalui Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) sebesar Rp 3 triliun. Tampak jajaran direksi di Jakarta Senin 17 Juni 2019. ( Foto: Beritasatu.com / Whisnu Bagus )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Senin, 17 Juni 2019 | 17:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Emiten tambang emas nasional, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) akan menerbitkan obligasi melalui Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) sebesar Rp 3 triliun. Untuk tahap awal, perseroan merilis Rp 500 miliar dengan kupon bunga 10 persen sampai 11 persen per tahun.

Direktur PT J Resources Asia Pasifik Tbk William Sunarta mengatakan dana obligasi sebagian untuk melakukan pembiayaan kembali (refinancing) Medium Term Notes (MTN), surat utang jangka menengah, yang jatuh tempo pada 2020-2021. Saat ini perusahaan pertambangan mineral ini memiliki total MTN eksisting sebesar Rp 1,8 triliun yang diterbitkan pada 2017 dan 2018. "MTN jatuh tempo mulai Mei 2020 sampai Februari 2021," kata William Sunarta di Jakarta, Senin (17/6/2019).

Sisa dana obligasi akan digunakan untuk modal kerja dalam rangka mendukung operasional Grup J Resources, meliputi pembayaran kepada konsultan yang ditunjuk oleh perseroan sehubungan dengan kegiatan operasional. "Termasuk pembayaran pada bidang geologi, geotag, dan/atau metalurgi karyawan, pemasok, serta pembayaran bunga," William Sunarta.

Dalam aksi korporasi ini, perseroan menunjuk PT BNI Sekuritas dan PT Indo Premier Sekuritas sebagai penjamin emisi obligasi berperingkat idA (single A) dari Peringkat Efek Indonesia (Pefindo) ini.

Direktur PT J Resources Asia Pasifik Tbk Edi Permadi mengatakan ke depan perseroan akan meraup margin yang yang lebih besar sejalan dengan membaiknya harga emas dunia serta didukung biaya produksi yang efisien. "Apalagi aset cadangan bijih dan sumber daya mineral perseroan masih besar," kata Edi Permadi.

Perseroan fokus pada bisnis pertambangan, industri, pembangunan, perdagangan, transportasi, pertanian, perbengkelan dan jasa. Hingga kuartal I-2019, penjualan mencapai US$ 64,02 juta atau setara dengan Rp 915 miliar (asumsi kurs Rp 14.300 per dolar), naik dari periode yang sama 2018 yakni US$ 58,08 juta.

Namun laba bersih turun menjadi US$ 3,23 juta atau Rp 46 miliar dari periode yang sama 2018 yakni US$ 4,96 juta. Penjualan pada kuartal I-2019 disumbang paling besar dari penjualan atas emas dan perak.



Sumber: BeritaSatu.com