IPO, Inocycle Technology Bidik Dana Segar Rp 304 Miliar

IPO, Inocycle Technology Bidik Dana Segar Rp 304 Miliar
PT Inocycle Technology Group Tbk menyelenggarakan Investor Gathering dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) di Jakarta Senin 17 Juni 2019. ( Foto: Beritasatu.com / Whisnu Bagus )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Senin, 17 Juni 2019 | 18:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Perusahaan industri serat stapel buatan dan industri non–moven (bukan tenunan) PT Inocycle Technology Group Tbk akan melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) maksimal 800 juta saham atau setara 39,996 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dengan kisaran harga IPO Rp 240 per saham hingga Rp 380 per saham, perusahaan berpotensi meraup dana segar dari bursa sebesar Rp 192 miliar hingga Rp 304 miliar.

"Dana IPO untuk pengembangan bisnis dan bayar utang," kata Direktur PT Inocycle Technology Group Tbk Suhendra Setiadi di sela Investor Gathering dalam rangka IPO perseroan di Jakarta, Senin (17/6/2019).

Suhendra Setiadi merinci, sekitar 40 persen dana IPO untuk pembayaran sebagian utang kepada PT Putra Kary International, sekitar 30 persen untuk pengembangan bisnis baru melalui anak perusahaan dalam bentuk usaha patungan dan 30 persen untuk menambah modal kerja perseroan guna mendukung kegiatan operasional, di antaranya pembelian bahan baku.

Sementara Direktur Utama Jaehyuk Choi mengatakan, perseroan memiliki keunggulan dibandingkan pesaing karena merupakan bagian dari Group Hilon Indonesia yang berpengalaman selama 30 tahun dalam industri pengolahan plastik.

Jaehyuk Choi menambahkan laba bersih setelah pajak pada akhir tahun 2018 sebesar Rp 16,041 miliar atau naik sebesar 5,1 persen dibandingkan laba bersih setelah pajak 2017 sebesar Rp 15,256 miliar. Kenaikan ini seiring dengan naiknya laba kotor, laba usaha, dan laba sebelum pajak yang masing-masing menguat 47,1 persen, 55,1 persen, dan 9,4 persen.

Dalam IPO ini, bertindak sebagai penjamin emisi yaitu PT Shinhan Sekuritas Indonesia dan PT Bahana Sekuritas. Periode penawaran awal (bookbuilding) dilakukan pada 14-20 Juni 2019 dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia direncanakan pada 11 Juli 2019.

Sebagai gambaran, struktur pemegang saham sebelum IPO adalah PT Hilon Indonesia sebesar 68,61 persen dan PT Samudera Industri sebesar 31,39 persen.

Perseroan yan berdiri tahun 2001 ini memiliki lima pabrik yang terletak di Kabupaten Tangerang (yang juga merupakan kantor pusat), Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Semarang dan Kabupaten Banyuasin. Perseroan juga memiliki 799 karyawan dan mempekerjakan 13 Tenaga Kerja Asing (TKA).

 



Sumber: BeritaSatu.com