Grab Uji Coba Pemberlakuan Denda Pembatalan Order

Grab Uji Coba Pemberlakuan Denda Pembatalan Order
Pengumuman 10 finalis Grab Ventures Velocity Angkatan ke-2, di Jakarta, Senin, 17 Juni 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Emral )
Herman / FER Senin, 17 Juni 2019 | 23:12 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Untuk menghadirkan layanan yang lebih adil antara pengguna Grab dan juga mitra pengemudinya, Grab saat ini sedang melakukan uji coba pengenaan denda pembatalan order atau cancellation fee yang dilakukan pengguna maupun oleh mitra pengemudi Grab. Uji coba pemberlakuan aturan denda tersebut dilakukan di dua kota di Indonesia yakni di Lampung dan Palembang.

President of Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata menyampaikan, uji coba ini dilakukan untuk melihat respon dari masyarakat dan juga untuk melihat apakah algoritma yang digunakan sudah tepat atau belum.

"Aturan ini semata-mata untuk fairness, sebab dua-duanya baik itu pengguna maupun mitra pengemudi adalah pelanggan kami," kata Ridzki Kramadibrata saat ditemui di sela acara pengumuman 10 finalis Grab Ventures Velocity angkatan kedua, di Jakarta, Senin (17/6/2019).

Ridzki menambahkan, uji coba ini juga dilakukan untuk mencari parameter yang tepat sebelum nantinya aturan benda tersebut benar-benar diimplementasikan. Rencananya, pilot project ini akan berlangsung selama satu bulan.

Salah satu algoritma yang digunakan dalam ujicoba ini untuk memberlakuan denda apabila pembatalan order tersebut dilakukan setelah 5 menit.

"Penumpang tidak akan dikenakan biaya pembatalan apabila yang melakukan pembatalan tersebut adalah pengemudinya. Sedangkan untuk pengemudi, akan ada bentuk pinalti lain yang kita siapkan," jelas Ridzki.



Sumber: BeritaSatu.com