Bagas Adhadirga, Pengusaha Penerbangan yang Bangun Bandara Sendiri

Bagas Adhadirga, Pengusaha Penerbangan yang Bangun Bandara Sendiri
CEO Asia Aero Technologi yang sekaligus menjabat sebagai Bendahara Umum Pramuka Bagas Adhadirgha (Sumber: IST)
L Gora Kunjana / AO Selasa, 18 Juni 2019 | 15:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Founder sekaligus CEO PT Asia Aero Technology Bagas Adhadirgha merupakan pengusaha penerbangan yang membangun bandaranya seorang diri. Berlatar belakang dari kecintaannya dengan dunia general aviation atau penerbangan umum, pada 2009 ia memutuskan untuk memulai menjalankan usahanya.

"Benar, saya membangun bandara seorang diri dari nol. Dulu hanya berupa lapangan rumput kosong yang tidak terurus. Semua penuh dedikasi bahwa kita harus terus majukan industri penerbangan Indonesia. Dari memotong rumput sampai segala perizinan saya urus sendiri. Bandara tersebut adalah Wiladatika Private Airport di Buperta Cibubur," ujar Bagas Adhadirgha di Jakarta, Selasa (18/6/2019).

Menurut dia, general aviation mencakup lingkup yang sangat luas dari Sabang hingga Merauke, hendaknya mendapatkan perhatian yang lebih serius karena perannya yang sedemikian penting bagi economic market nasional Indonesia.

Bagas yang juga merupakan Ketua Bidang IX Internasional dan Pariwisata Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) ini menjelaskan bahwa menjadi pengusaha pionir dalam industri general aviation dan airport services di Indonesia sama sekali tidak mudah, karena tidak ada role model untuk dapat dijadikan contoh.

"Perusahaan saya adalah private company pertama yang bergerak di industri General Aviation dan Airport Services di Indonesia. Menjadi pionir itu tidak mudah, harus banyak belajar tanpa ada role model. Ini tidak terjadi secara instan," tambahnya.

Pengusaha muda yang sekarang mencalonkan diri sebagai calon ketua umum BPP Hipmi periode 2019-2022 ini menambahkan bahwa yang terpenting dalam menjadi seorang pengusaha adalah passion dan dedikasi. Latar belakang pendidikan ataupun keluarga tidak boleh menjadi alasan jika ingin menjadi seorang entrepreneur.

"Latar belakang pendidikan saya adalah IT. Saya lahir dari keluarga yang tidak begitu mengenal konsep menjadi pengusaha. Perusahaan ini adalah pelampiasan dari kecintaan saya sejak kecil terhadap dunia penerbangan," katanya.

Terakhir, Bagas mengatakan bahwa menjadi seorang pengusaha harus dimulai dari diri sendiri dan jangan bergantung kepada orang lain. Walaupun tidak mendapat dukungan dari siapapun, Bagas tidak berhenti dan terus menjalankan apa yang ia yakini dan cintai. Alhasil, sekarang Bagas juga kerap dipercaya untuk membantu dalam pengelolaan beberapa bandara dan helipad.

"Insyallah kita hadir untuk terus membawa kebermanfaatan untuk sekitar, majukan industri kita untuk kontribusi pada perekonomian dan kemajuan Indonesia," tutup Bagas.



Sumber: Investor Daily