Mei, BRI Bukukan Transakai Remitansi Rp 218 Triliun

Mei, BRI Bukukan Transakai Remitansi Rp 218 Triliun
Ilustrasi Rupiah. ( Foto: BeritaSatu Photo / David Gita Roza )
Nida Sahara / WBP Rabu, 19 Juni 2019 | 09:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com— PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) sampai Mei 2019 mencatat total volume transaksi remitansi sebesar Rp 218 triliun atau tumbuh 14 persen secara tahunan (year on year/yoy) dari Mei 2019. Gencarnya BRI ke bisnis remitansi karena potensinya yang besar, yakni meningkatkan dana pihak ketiga (DPK) serta pendapatan jasa pengiriman (fee based income).

Corporate Secretary BRI Bambang Tribaroto mengatakan, perseroan semakin gencar membidik bisnis pengiriman uang dari luar negeri atau remitansi. Transaksi tersebut menghasilkan pendapatan berbasis komisi (fee based income) sebesar Rp 41,6 miliar.

"Hingga Mei 2019 transaksi incoming TKI dari Malaysia menjadi penyumbang terbesar fee based remitansi BRI yang nilainya mencapai Rp 17,01 miliar dengan volume remitansi Rp 5,08 triliun," ungkap Bambang Tribaroto dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Rabu (19/6/2019).

Fee based incoming remittance dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI) mempunyai porsi paling besar. Sampai Mei 2019, Bank BRI mencatatkan FBI sebesar Rp 34,16 miliar dengan total volume transaksi Rp 12,79 triliun yang berasal dari TKI Malaysia, Taiwan, Korea, Jepang, Hongkong, Taiwan, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.

Perseroan optimistis pada 2019 pasar remitansi masih memiliki prospek bagus dan diproyeksikan dapat terus tumbuh siginifikan. "Dengan jaringan counterpart di luar negeri dan jaringan unit kerja yang tersebar luas, kami yakin bisa mencatatkan pertumbuhan fee based income dari remitansi mencapai Rp 140 miliar di akhir tahun ini," jelas Bambang Tribaroto.

Saat ini, terdapat 9.545 outlet yang terdapat di 69 counterpart BRI yang tersebar di berbagai negara, antara lain Amerika Serikat, Qatar, Bahrain, Singapura, Brunei, Kuwait, Yordania, Australia, Timor Leste, serta negara-negara yang merupakan kantong TKI yakni Malaysia, Taiwan, Korea, Jepang, Hongkong, Taiwan, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi. 



Sumber: Investor Daily