AS-Tiongkok Buka Pembicaraan Perdagangan Jelang G20

AS-Tiongkok Buka Pembicaraan Perdagangan Jelang G20
Donald Trump ( Foto: AFP / JIM WATSON )
/ WBP Rabu, 19 Juni 2019 | 09:43 WIB

Washington, Beritasatu.com - Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) menyalakan kembali pembicaraan perdagangan menjelang pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Xi Jinping, minggu depan pada pertemuan G20 di Jepang. Hal ini disambut gembira pasar keuangan dengan harapan bahwa perang dagang di antara kedua negara akan mereda.

Trump mengatakan pada Selasa (18/6/2019) bahwa tim dari kedua belah pihak akan memulai persiapan bagi para pemimpin untuk duduk di KTT G20 di Osaka. Tiongkok yang sebelumnya menolak mengatakan apakah kedua pemimpin akan bertemu, mengkonfirmasi pertemuan itu.

“Melakukan percakapan telepon yang sangat baik dengan Presiden Xi dari Tiongkok. Kami akan mengadakan pertemuan minggu depan di G-20 Jepang. Tim kami masing-masing akan memulai pembicaraan sebelum pertemuan kami," kata Trump dalam sebuah posting di Twitter.

Dua ekonomi terbesar dunia itu tengah dilanda konflik perdagangan yang telah menekan pasar keuangan dan merusak ekonomi dunia. Pembicaraan untuk mencapai kesepakatan terhenti bulan lalu, setelah pejabat AS menuduh Tiongkok mundur dari komitmen yang telah disepakati sebelumnya.

Pejabat Gedung Putih menolak untuk merinci persiapan atau hasil yang diharapkan dari pembicaraan di Jepang. Namun kedua belah pihak menegaskan kembali posisi awal bahwa pejabat AS menyerukan perubahan struktural dalam ekonomi Tiongkok dan bagaimana Beijing memperlakukan bisnis AS. "Kuncinya adalah untuk menunjukkan pertimbangan terhadap keprihatinan ligitimasi satu sama lain," kata Xi, menurut media pemerintah Tiongkok, dilansir Reuters.

“Kami juga berharap Amerika Serikat memperlakukan perusahaan Tiongkok secara adil. Saya setuju bahwa tim ekonomi dan perdagangan kedua negara akan menjaga komunikasi tentang cara menyelesaikan perbedaan."

Washington telah mengenakan tarif 25 persen untuk barang-barang Tiongkok senilai US$ 250 miliar mulai dari semi-konduktor hingga furnitur, yang diimpor ke Amerika Serikat.

Trump telah mengancam untuk mengenakan tarif pada barang-barang lain senilai US$ 325 miliar mencakup hampir semua produk impor Tiongkok yang tersisa ke Amerika Serikat, termasuk produk-produk seperti ponsel, komputer dan pakaian.



Sumber: Xinhua, Antara