Hingga April Tugu Insurance Raih Premi USD 125,5 juta

Hingga April Tugu Insurance Raih Premi USD 125,5 juta
Presiden Direktur Tugu Insurance Indra Baruna (tengah) bersama Direktur Keuangan & Jasa Korporat Muhammad Syahid (kanan) dan Direktur Pemasaran Non Migas Usmanshah (kiri) di sela acara Halal Bihalal dan Medi Gathering di Jakarta, Rabu (19/6/2019). (Foto: Beritasatu Photo / Uthan AR)
Windarto / WDR Rabu, 19 Juni 2019 | 18:30 WIB

Jakarta- PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) mencatat kinerja positif sepanjang empat bulan pertama 2019 dengan raihan premi bruto sebesar USD 125,23 juta. Premi bruto ini bertumbuh 65% dibandingkan capaian pada periode sama tahun lalu yang tercatat sebesar USD 76,10 juta. Tidak hanya top line yang tumbuh bagus, juga dari sisi bottom line, Tugu Insurance mencatat kenaikan laba tahun berjalan sebesar 51% dari USD 8,4 juta menjadi USD 12,71 juta.


Menurut Presiden Direktur Tugu Insurance Indra Baruna, peningkatan pendapatan premi bruto itu dikontribusikan baik dari induk perusahaan maupun Anak Perusahaan. “Pendapatan premi induk perusahaan ditopang oleh masuknya beberapa premi besar di sektor engineering, aviasi, dan energi. Ke depan, kami yakin pendapatan perseroan semakin baik karena pembaruan premi dari akun-akun besar biasanya baru masuk pada kuartal ketiga dan keempat,” jelas Indra pada acara halal bi halal dengan awak media di Jakarta, Rabu (19/6/2019).


Sementara itu, asuransi kendaraan bermotor (KBM) t ride dan t drive menjadi andalan dalam menopang pertumbuhan sektor ritel. Hingga April, premi yang dihasilkan dari asuransi ini naik 96%, dari USD 1,53 juta menjadi USD 3,01 juta. Dari sisi hasil underwriting pun mencatat pertumbuhan signifikan dari USD 1,45 juta menjadi USD 256 juta. “Kami sebenarnya menargetkan dalam tiga tahun porsi bisnis ritel bisa naik 11-12% dari total portfolio itu sudah bagus,” ujarnya di Jakarta (19/6).


Namun untuk meningkatkan porsi bisnis ritel dan mengimbangi bisnis korporat memerlukan waktu. Karena itu, untuk sementara Tugu Insurance membidik empat lini bisnis ritel yakni asuransi kendaraan bermotor (otomotif), asuransi harta benda (properti), asuransi kecelakaan diri (Personal Accident/PA), dan asuransi perjalanan (travelling). “Semua produk tersebut ada tapi belum dieksplorasi semaksimal mungkin. Sekarang ini difokuskan untuk asuransi kendaraan bermotor yang diperkuat,” katanya.


Salah satu terobosan bisnis yang Tugu Insurance lakukan dalam menggarap pasar ritel adalah dengan menggaet SPBU yang merupakan milik Pertamina. Menurut Indra, dari 5.600 SPBU di Indonesia baru dilakukan tes pasar sebanyak 20 secara gradual dan hingga Mei 2019 sudah menghasilkan 1.000 polis dan trennya terus meningkat. “mulai bulan Mei kita sudah membuka 85 gerai. Kita hrapkan dengan tingkat penjualan yang sama itu akan meningkat empat kali lipat, jadi sampai akhir tahun kita targetkan tembus sampai 3.000 polis,” harapnya



Sumber: Majalah Investor