Lippo Karawaci Akan Bangun 100.000 Rumah Senilai Rp 100 Triliun

Lippo Karawaci Akan Bangun 100.000 Rumah Senilai Rp 100 Triliun
CEO PT Lippo Karawaci Tbk John Riady (tengah), memberikan keterangan saat Halal biHalal & Media Gathering Lippo Karawaci. ( Foto: David Gita Roza )
Herman / Imam Muzakir / FMB Kamis, 20 Juni 2019 | 15:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – PT Lippo Karawaci Tbk, (Lippo Karawaci) telah menunjukan komitmen berkelanjutan bagi penyediaan hunian terjangkau dengan membangun ratusan ribu hunian di seluruh Indonesia. Komitmen tersebut akan tetap dilanjutkan secara konsisten di bawah kepemimpinan John Riady yang telah diangkat menjadi CEO Lippo Group pada awal tahun 2019.

Dalam jangka menengah, Lippo Karawaci akan membangun 100.000 rumah dengan nilai investasi Rp 100 triliun. Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah dengan menggandeng private equity yang telah memberikan komitmen investasi melalui pembelian rights dan persetujuan untuk membeli saham Lippo Karawaci melalui rights issue.

“Adanya backlog kebutuhan rumah sebesar 7,6 juta unit dan pasokan land bank yang sangat memadai menjadi salah alasan kuat atas fokus usaha dari Lippo Karawaci. Saat ini, kami memiliki sekitar 8.000 hektar land bank di mana 1.300 hektarnya sudah siap bangun,” kata John Riady, di acara halalbihalal Lippo Karawaci, di Hotel Aryaduta Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Pembangunan 100.000 rumah ini dikatakan John Riady merupakan perwujudan dari salah satu core bisnis Lippo Karawaci yaitu perumahan, di samping malls dan health care. “Kalau kita lihat, 100.000 ini merupakan angka yang besar tetapi ini memang sudah menjadi rencana kami. Di Meikarta saja untuk fase 1A kita akan menyelesaikan 56 tower yang terdiri dari 22.500 unit. Jadi dalam lima atau enam tahun ke depan, bisa lah sampai 100.000 unit,” ungkapnya.

Lippo Karawaci juga mengapresiasi dan mendukung penuh langkah pemerintah dalam memberikan insentif bagi masyarakat luas untuk memiliki hunian yang layak dan terjangkau. Upaya ini sejalan dengan target pemerintah yakni membangun 635.361 unit rumah baru di tahun 2019. Aspek pembiayaan ditenggarai sebagai salah satu tantangan utama saat ini dalam pemenuhan kebutuhan hunian dengan harga tejangkau di Indonesia.

“Lippo Karawaci mengapresiasi kebijakan pemerintah melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Selisih Bunga (SBS) serta keputusan untuk mengurangi pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) pada hunian dengan nilai di bawah Rp 30 miliar, yang menjadi kian penting agar kebutuhan hunian masyarakat luas dapat segera terpenuhi. Kebijakan-kebijakan ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak masyarakat untuk membeli rumah pertamanya,” kata John Riady.



Sumber: BeritaSatu.com