Summarecon Perkirakan Bisnis Properti Kembali Pulih Pascapemilu

Summarecon Perkirakan Bisnis Properti Kembali Pulih Pascapemilu
Pelaksanaan publik ekspose PT Summarecon Agung Tbk di Klub Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Kamis (20/6/2019) siang. ( Foto: Suara Pembaruan / Carlos Roy Fajarta )
Carlos Roy Fajarta / FMB Kamis, 20 Juni 2019 | 15:42 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Summarecon Agung Tbk optimistis bahwa bisnis properti akan kembali pulih pasca-Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang dianggap sudah berlangsung dengan lancar dan aman.

"Pemilu 2019 berjalan dengan baik, lancar, dan kondusif. Meski ada gejolak sedikit-sedikit, tetapi masih dalam batas normal. Pemerintah juga melaksanakan tanggung jawab dengan baik, kami meyakini iklim berusaha ke depannya akan menjadi semakin baik," ujar President Director Adrianto P. Adhi, Kamis (20/6/2019) kepada Suara Pembaruan di Cengkir Room, Sport Club Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Pemilu 2019 disebutkannya menjadi acuan para pelaku bisnis di Indonesia. Apabila kondisi politik stabil maka pembangunan dan kerja pemerintah bisa kembali pulih setelah sebelumnya dilakukan pembangunan infrastruktur yang merata di daerah.

Dikatakan Adrianto, gejolak perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang menyebabkan nilai tukar rupiah pernah mencapai Rp 15.200 dan BI terpaksa menaikkan suku bunga acuan sehingga KPR juga naik.

"Meski suasana eksternal cukup menekan, namun kami sangat mengapresiasi kinerja pemerintah untuk menjaga ekonomi sehingga PDB tumbuh 5,17 persen, inflasi terkendali 3,13 persen sehingga bisa mendorong tingkat konsumsi masyarakat," jelas Adrianto.

Summarecon mencatatkan pendapatan perseroan Rp 5,6 triliun pada 2018  atau turun 0,4 persen dibanding tahun 2017. Laba usaha naik 9 persen dari Rp 875 miliar menjadi Rp 954 miliar.

"Target sales marketing tahun ini akan kami tetap samakan dengan 2017 yakni sebesar Rp 4 triliun," lanjutnya.

Target tersebut setengahnya berasal dari Sumarecon Serpong, sedangkan sisanya berasal dari lima lokasi lainnya yakni Kelapa Gading, Bekasi, Karawang, Bandung, dan Makassar.

"Perumahan Sri Maya di Bekasi yang kita jual mulai dari kisaran harga Rp 340 juta langsung habis di mana revenue kita mencapai Rp 190 miliar dalam satu hari penjualan. Lokasi baru di Makassar kita yakini akan berkembang karena kami melihat PDB di kota hub Indonesia Timur itu memiliki pertumbuhan ekonomi mencapai 7,9 persen dibandingkan pertumbuhan nasional," kata Adrianto.



Sumber: Suara Pembaruan