BPOM Tingkatkan Pengawasan di Wilayah Perbatasan

BPOM Tingkatkan Pengawasan di Wilayah Perbatasan
Kepala BPOM, Penny Kusumatuti Lukito (kedua kanan) menunjukkan beberapa produk pangan yang tidak memenuhi syarat dan beredar di pasaran, di kantor BPOM, Jakarta, Senin 20 Mei 2019. ( Foto: Dina Manafe )
Eva Fitriani / HK Kamis, 20 Juni 2019 | 21:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berupaya meningkatkan pengawasan obat dan makanan di wilayah perbatasan Indonesia. Wilayah ini menjadi perhatian khusus BPOM, mengingat daerah perbatasan negara berpotensi menjadi pintu masuk produk ilegal yang tidak terjamin keamanan, khasiat/manfaat, dan mutunya.

“Hal ini merupakan salah satu wujud nyata kehadiran Pemerintah melalui BPOM, dalam mendukung Program Nawacita Kabinet Kerja untuk membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Kepala BPOM Penny K Lukito dalam keterangan resminya, Kamis (20/6).

Penny mengingatkan, BPOM mempunyai peran strategis dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia melalui pengawasan keamanan, khasiat/manfaat, dan mutu obat, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik, dan pangan olahan di seluruh wilayah Indonesia termasuk wilayah perbatasan.

"Untuk meningkatkan pengawasan obat di perbatasan wilayah timur Indonesia, BPOM melakukan penguatan kemitraan dengan pemangku kepentingan terkait, termasuk kerja sama dengan mitra negara tetangga yaitu Papua Nugini," ujar dia.

Dengan menggandeng para pemangku kebijakan dari berbagai lintas sektor baik dari dalam dan luar negeri, kata dia, BPOM berupaya meningkatkan pengamanan produk obat di wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan kerja sama wilayah Timur di perbatasan Indonesia – Papua Nugini yang dirangkai dalam program Kerja Sama Selatan-Selatan (KSS) BPOM untuk Papua Nugini.



Sumber: BeritaSatu.com