Triwulan I, PLN Raih Laba Rp 4,2 Triliun

Triwulan I, PLN Raih Laba Rp 4,2 Triliun
Petugas PLN Unit Induk Pusat Pengaturan Beban (UIP2B) Gandul melakukan inspeksi harian berupa thermovisi atau pengukuran suhu panas pada paralatan kelistrikan yang ada di UIP2B Gandul Depok, Jawa Barat, Kamis (23/5/2019). PLN menjamin ketersedian suplai listrik ke masyarakat untuk kebutuhan Lebaran dan diperkirakan pada saat Lebaran terjadi penurun beban puncak listrik pada sistem kelistrikan sistem Jawa Bali sebesar 56 persen hingga 60 persen dikarenakan banyak Industri dan perkantoran yang libur. ( Foto: ANTARA FOTO / Muhammad Iqbal )
Rangga Prakoso / MPA Senin, 24 Juni 2019 | 18:19 WIB


Jakarta, Beritasatu.com - PLN berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 4,2 triliun pada triwulan pertama 2019 sebagai hasil dari berbagai upaya perseroan seperti pertumbuhan penjualan, peningkatan kinerja operasi dan keuangan, serta efisiensi operasi.

Perseroan pada triwulan I tahun 2019 mencapai realisasi kinerja yang lebih baik dibanding triwulan I tahun sebelumnya. Hal ini tercermin dari penjualan tenaga listrik yang meningkat 6,11% atau sebesar Rp 3,8 triliun.

Peningkatan ini ditopang oleh pertumbuhan pelanggan yang naik sebesar 3,8 juta pelanggan dengan daya terjual sebesar 3,04 Terra Watt hour (TWh) dari periode yang sama tahun lalu (year on year). Kenaikan konsumsi listrik ini didominasi oleh pertumbuhan pelanggan sektor bisnis yaitu sebesar 6,76% atau 10.613 GWh (Giga Watt Hour).

Selain pertumbuhan penjualan dan pelanggan, PLN juga berhasil meningkatkan kinerja operasi melalui penurunan biaya sewa pembangkit. Dengan beroperasi nya Gardu Induk (GI) khususnya di daerah Sumatera dan Kalimantan, PLN berhasil menghemat Rp 667 miliar dari efisiensi biaya sewa pembangkit.

Selain dari biaya sewa, volume pemakaian BBM untuk pembangkit pun turun sebesar 98 ribu Kilo Liter (KL) dibandingkan pemakaian pada April 2018, harga rata-rata pun mengalami penurunan dari Rp11.058/liter menjadi Rp8.835/liter di Triwulan I 2019.

Disamping itu, perseroan juga berhasil menurunkan biaya pemeliharaan sebesar Rp 183 miliar.

Membaiknya kinerja perusahaan juga ditopang oleh penguatan kurs mata uang rupiah dan penurunan harga minyak mentah Indonesia (ICP/Indonesian Crude Price).

"Peningkatan laba di triwulan I 2019 ini merupakan buah keringat para pegawai yang berhasil meningkatkan penjualan listrik, melakukan efisiensi di berbagai sektor, dan meningkatkan kinerja operasi sehingga selisih keuntungan sebelum pajak bisa meningkat hingga Rp10,6 triliun dari triwulan I tahun lalu," kata Plt. Direktur Utama PLN Djoko R. Abumanan dalam keterangannya di Jakarta, Senin (24/6/2019).

PLN terus melakukan efisiensi pada komponen biaya operasi yang berada dalam kendali perusahaan, sehingga kondisi keuangan tetap terjaga.

Kinerja positif ini merupakan hasil dari berbagai upaya efisiensi seperti pengurangan konsumsi BBM, pengurangan biaya sewa beberapa pembangkit, peningkatan efisiensi operasi pembangkit sehingga konsumsi energi per kWh PLTU batu bara dapat ditekan, serta melakukan zonasi untuk menghemat ongkos transportasi batu bara.



Sumber: Investor Daily