Perusahaan Jasa SDM Shield Incar Penjualan Rp 1,1 Triliun

Perusahaan Jasa SDM Shield Incar Penjualan Rp 1,1 Triliun
Perusahaan jasa sumber daya manusia, PT Shield On Service Tbk (SOSS) hingga akhir tahun 2019 menargetkan penjualan sekitar Rp 1,1 triliun. ( Foto: Beritasatu Photo / Whisnu Bagus )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Rabu, 26 Juni 2019 | 18:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Perusahaan jasa sumber daya manusia, PT Shield On Service Tbk (SOSS) hingga akhir tahun 2019 menargetkan penjualan sekitar Rp 1,1 triliun, atau naik dari realisasi 2018 sebesar Rp 897 miliar. Perseroan mulai mengarap jasa SDM di sektor perkebunan dan pertambangan.

“Perseroan dan anak usaha merupakan perusahan yang memberikan layanan integrated facility management one stop solution dengan menjadi penyedia jasa keamanan, jasa kebersihan, jasa SDM serta jasa manajemen parkir," kata Direktur PT Shield-On Service Tbk, Prasetyo Wibowo dalam paparan publik perseroan di Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Prasetyo Wibowo menjelaskan beberapa strategi untuk mencapai target di tahun 2019, di antaranya mengembangkan aplikasi SOS Think Clean dan ekspansi SOS Academy.

Selain itu, pada 2019 perseroan membuka tiga kantor operasional baru di Palembang, Manado dan Makassar. Perseroan saat ini memiliki jaringan kantor operasional di 14 kota besar di seluruh Indonesia dimana Jakarta sebagai kantor pusat. Sementara di pulau Jawa & Bali ada lima kantor operasional, pulau Sumatera lima kantor operasional, serta tiga kantor operasional di Kalimantan dan Sulawesi.

Pada 2019, kata Prasetyo Wibowo, perseroan juga fokus memasok jasa SDM untuk sektor perkebunan dan pertambangan. "Misal tenaga security untuk jasa aset di sektor tersebut. Tidak semua perusahaan outsourcing bisa masuk ke sektor perkebunan sawit dan tambang," kata Prasetyo Wibowo.

Sebagai gambaran, penjualan 2018 sebesar Rp 897 miliar. dikontribusikan unit bisnis jasa SDM sebesar 42 persen, jasa kebersihan 34 persen, jasa keamanan 21 persen, dan jasa parkir 3 persen.

Sementara dalam RUPST, pemegang saham sepakat tidak membagikan dividen atas laba untuk tahun buku 2018 karena akan dipergunakan untuk meningkatkan modal usaha untuk memperkuat aktivitas dan pengembangan usaha.



Sumber: BeritaSatu.com