Pemindahan Ibu kota Negara Akan Tambah GDP Sebesar 0,1%

Pemindahan Ibu kota Negara Akan Tambah  GDP Sebesar 0,1%
Bappenas menggelar acara Dialog Nasional Pemindahan Ibu Kota Negara, di Jakarta, Rabu, 26 Juni 2019 ( Foto: Herman / Herman )
Herman / MPA Rabu, 26 Juni 2019 | 19:27 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com –Pemerintah Indonesia tengah menggodok rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke wilayah lain di luar Pulau Jawa. Wilayah Kalimantan menjadi pilihan utama untuk membangun IKN baru tersebut.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, selain untuk mengurangi kesenjangan antara Pulau Jawa dengan luar Pulau Jawa, pemindahan Ibu Kota Negara ini juga bisa memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasonal.

Efek positif tersebut disebabkan adanya penggunaan dari sumber daya potensial yang selama ini masih belum termanfaatkan. Bambang juga menjamin pemindahan Ibu Kota Negara ke wilayah di luar pulau Jawa tidak akan menyebabkan kontranksi ekonomi di wilayah lain jika lokasi alternatif ibu kota memiliki sumber daya yang memadai dan keterkaitan aktivitas ekonomi yang positif di wilayah lain. Semakin strategis lokasinya, maka semakin besar dapak ekonomi yang bisa ditimbulkan.

“Kami telah membuat perhitungan, dampak pemindahan ibu kota baru terhadap perekonomian akan menambah real GDP nasional sebesar 0,1%. Artinya kalau pertumbuhan ekonomi kita misalkan 5%, maka dengan adanya pemindahan Ibu Kota Negara ini akan bertambah menjadi 5,1%. Ini jelas bukan angka yang kecil, karena PDB kita hari ini sekitar Rp 15.000 triliun. Jadi dampak langsungnya sekitar Rp 15 triliun,” kata Bambang Brodjonegoro, di acara Dialog Nasional Pemindahan Ibu Kota Negara, di Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Pemindahan IKN menurunya juga bisa menurunkan kesenjangan antar kelompok pendapatan. Ini terlihat pada persentase kenaikan harga dari modal (price of capital) sebesar 0,23%, dan kenaikan harga dari tenaga kerja (price of labor) sebesar 1,37%.

“Pemindahan Ibu Kota Negara ke provinsi alternatif akan menyebabkan perekonomian lebih terdiversifikasi ke arah sektor yang lebih padat karya, sehingga dapat membantu menurunkan kesenjangan antar kelompok pendapatan, baik di tingkat regional maupun nasional,” papar Bambang.

Dampak positif lainnya adalah mendorong perdagangan antar wilayah di Indonesia, baik itu perdagangan di dalam provinsi ibu kota baru tersebut, maupun perdagangan antar provinsi di Indonesia. Bambang juga menyebut lebih dari 50% wilayah Indonesia akan merasakan peningkatan arus perdagangan jika Ibu Kota Negara dipindah ke provinsi yang memiliki konektivitas dengan provinsi lain yang baik. Sedangkan dari sisi investasi, pemindahan Ibu Kota Negara ke luar Pulau Jawa akan mendorong investasi di provinsi ibu kota baru dan provinsi sekitarnya, terutama di sektor jasa.

“Secara umum, investasi pembangunan ibu kota baru akan memberikan efek pengganda terhadap perekonomian nasional. Untuk output multiplier diperkirakan sekitar 2,3. Jadi, setiap Rp 1 penambahan investasi akan menambah output sebesar Rp 2,3. Sementara employment multiplier-nya 2,9,” papar Bambang.

Satu-satunya dampak yang bisa dianggap sebagai hal yang negatif menurut Bambang hanyalah menyebabkan tambahan inflasi nasional yang minim sebesar 0,2% basis poin. “Ini masih pada batas yang bisa ditoleransi dan dampaknya relatif minimal,” imbuhnya.

Bambang melanjutkan, dampak ekonomi dari pemindahan Ibu kota Negara ini akan lebih maksimal jika dibarengi dengan peningkatan produktivitas, inovasi, dan teknologi di provinsi terpilih dan provinsi di sekitarnya. Selain itu, konektivitas perdagangan antar daerah di luar Pulau Jawa perlu ditingkatkan, terutama antara daerah yang menjadi lokasi ibu kota negara baru dengan daerah-daerah di sekitarnya, bahkan ke daerah yang menjadi sasaran pemerataan pembangunan seperti kawasan Indonesia Timur.

Pada tahun ini rencananya akan ditentukan wilayah yang menjadi Ibu kota Negara baru, kemudian di 2020 penyiapan masterplan sampai detail desain, lalu tahun 2021 sampai 2024 mulai dilakukan proses konstruksi sebelum akhirnya dilakuan pemindahan tahap pertama.



Sumber: BeritaSatu.com