Golden Flower Resmi Terdaftar di BEI

Golden Flower Resmi Terdaftar di BEI
Presiden Komisaris PT Gloden Flower Tbk (GF) Po Sun Kok (kanan) didampingi Komisaris GF Luciana Po (kedua kiri) berbincang dengan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (tengah), Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna (kedua kanan), dan Anggota DPR RI Robert Kardinal usai pencatatan saham PT Golden Flower di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (26/6/19). Emiten dengan kode saham POLU ini menjadi perusahaan ke 17 yang mencatatkan saham di BEI dan mengeluarkan 150 ribu lembar saham baru atau setara dengan 20% dari modal yang ditempatkan dan disetor. ( Foto: beritasatu photo / defrizal )
Muhammad Ghafur Fadillah / HA Rabu, 26 Juni 2019 | 19:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Golden Flower Tbk resmi menjadi emiten ke -17 di tahun ini yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode emiten POLU. Perusahaan yang bergerak di bidang bisnis garmen ini menargetkan pertumbuhan pendapatan di tahun 2019 sebesar 20% menjadi Rp 530 miliar dibanding tahun lalu yang senilai Rp 438 miliar.

Golden Flower melepas sebanyak-banyaknya 150 juta unit saham baru atau setara dengan 20% dari modal yang ditempatkan dan disetor. Selain itu perseroan menetapkan harga sebesar Rp 288 per unit sehingga mampu meraup keuntungan Rp 43,2 miliar. Perseroan menunjuk UOB Kay Hian sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi.

Menurut Presiden Komisioner PT Golden Flower Tbk, Po Sun Kok, dana hasil dari listing tersebut akan digunakan untuk pembelian mesin baru demi meningkatkan produksi.

“Kapasitas produksi kita sampai sekarang masih berada di 700.000 unit per bulan. Maka dari itu dengan dana dari IPO ini kita akan meningkatkan produksi menjadi 900.000 unit per bulan. Kami optimis tahun ini target produksi tersebut bisa tercapai," ujarnya saat ditemui usai peresmian perseroan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo berharap pencatatan PT Golden Flower Tbk dapat memacu perusahaan lainya untuk ikut going public terutama perusahaan yang berorientasi pada ekspor agar dapat membantu peningkatan devisa negara.

“Dengan adanya peresmian ini POLU menjadi emiten yang ke-634 di BEI,” ujarnya.

Sementara itu demi meningkatkan pendapatan, perseroan akan mulai fokus pada volume ekspor ke negara lain tahun ini terutama ke Amerika Serikat sebagai tujuan eskpor utamanya dan juga mulai merambah pasar negara lain seperti Tiongkok, Jepang dan Malaysia.

Po Sun Kok mengatakan bahwa perseroan mendapatkan keuntungan di tengah perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat dan Tiongkok, seperti ekspor Vietnam ke Amerika saat ini sudah dikenakan tarif yang sama sehingga potensi indonesia untuk meningkatkan pasar ekspornya lebih besar.

“Akibat perang dagang yang terjadi, produk dari China tidak bisa masuk ke Amerika sehngga harus lewat Indonesia terlebih dahulu. Yang menggembirakan adalah tarif masuk ke Amerika juga dinaikkan jadi Vietnam bukan menjadi negara yang paling murah sehingga tarifnya juga disamakan,” paparnya.

Sebagai informasi PT Golden Flower Tbk saat ini mempekerjakan lebih dari 3.000 pekerja di delapan fasilitas yang terdiri dari lima sewing unit, penyimpanan kain, cutting unit dan finishing unit.

Pada tahun ini ekspor masih menjadi pendapatan terbesar perseroan yakni sebesar 95,43% atau sebesar Rp 418 miliar, sedangkan penjualan lokal senilai Rp 23,05 miliar.



Sumber: Investor Daily