Catur Sentosa Bagi Dividen 18,5% dari Laba 2018

Catur Sentosa Bagi Dividen 18,5% dari Laba 2018
PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP), pemilik jaringan toko Ritel Modern Home Improvement dan bahan bangunan (Mitra 10). ( Foto: Istimewa )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Kamis, 27 Juni 2019 | 18:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Perusahaan distribusi bahan bangunan, kimia dan consumer goods, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) akan membagikan dividen sebesar Rp 4 per saham atau senilali Rp 17,8 miliar. Dividen itu setara dengan 18,5 persen dari laba bersih 2018 yang tercatat Rp 96 miliar.

"Dividen akan dibagikan sekitar 31 Juli 2019 berdasarkan cum dividen pada 9 Juli," kata Corporate Secretary PT Catur Sentosa Adiprana Tbk, Idrus Widjajakusuma usai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) perseroan di Jakarta, Kamis (27/6/2019).

Sisa laba bersih akan digunakan sebagai laba ditahan dalam rangka ekspansi usaha.

Idrus Widjajakusuma mengatakan, pada tahun 2019, CSAP sudah membuka toko MitralO tipe superstore di Cirebon (Jawa Barat). Pada semester dua tahun ini, berencana membuka toko di Yogyakarta (DIY), Solo (Jawa Tengah), Surabaya (Jawa Timur) dan Makassar (Sulawesi Selatan). "Dengan demikian jumlah MitralO pada akhir tahun 2019 menjadi 34 toko," kata Idrus Widjajakusuma.

Saat ini, CSAP mengoperasikan 42 cabang distribusi bahan bangunan di 40 kota, empat cabang distribusi kimia, 38 area distribusi Consumer Goods/FMCG, 30 toko MitralO dan 10 showrooms Atria. "Hingga tahun 2021 perseroan menargetkan toko Mitra10 mencapai 50 yang tersebar di Jabotabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi dan Kalimantan," kata Idrus.

Pada tahun 2019, Idrus Widjajakusuma mengatakan, Catur Sentosa menargetkan pertumbuhan konsolidasi pendapatan sebesar 13 persen mencapai Rp 12,3 triliun yang ditopang target pertumbuhan distribusi sebesar 10 persen dan ritel modern sebesar 20 persen.

Sementara total kebutuhan belanja modal (capex) 2019 sebesar Rp 550 miliar dengan perincian segmen distribusi dibutuhkan Rp 50 miliar, sedangkan ritel moderen (Mitra10) sebesar Rp 500 miliar.



Sumber: BeritaSatu.com