Supaya Stakeholders Tak Bingung, Kemnaker dan BNP2TKI Harus Kompak

Supaya Stakeholders Tak Bingung, Kemnaker dan BNP2TKI Harus Kompak
Acara Halal Bi Halal AP2LN dengan Kemnaker dan BNP2TKI di Jakarta, Kamis (27/6/2019). ( Foto: Ismewa )
Siprianus Edi Hardum / EHD Kamis, 27 Juni 2019 | 19:04 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Asosiasi Penyelenggara Pemagangan Luar Negeri (AP2LN) meminta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) agar bekerja kompak alias akur.
Sebab, dengan itu seluruh stakeholder atau pemangku kepentingan tidak mengalami kebingungan.

“Ke depannya Kemnaker dan BNP2TKI dapat membangun hubungan yang lebih harmonis lagi, jauh kan sikap ego sektoral yang selama ini membatasi kedua lembaga yang mengurus ketenagakerjaan ini. Kemnaker dari sisi regulasi dan kebijakan, sementara BNP2TKI dari sisi operator atau pelaksana di lapangan. Kedua lembaga ini harus kompak sehingga tidak membuat bingung para stakeholders,” kata Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Pemagangan Luar Negeri (AP2LN), Sofi Shofiyullah.

Sofi mengatakan itu dalam acara Halal Bi Halal dengan Kemnaker dan BNP2TKI di Jakarta, Kamis (27/6/2019).
Sofi mengatakan, betapa pentingnya kebersamaan dengan para stakeholders yang merupakan mitra AP2LN selama ini yakni Kemnaker dan BNP2TKI guna membangun komunikasi, interaksi dan kerja sama yang produktif dalam rangka meningkatkan program pemagangan ke Jepang yang lebih berkualitas.

Untuk itu, lanjut Sofi, AP2LN dalam acara Halal Bi Halal kali ini AP2LN mengangkat tema “ Memperkokoh Tali Silahturahmi Antar Sending Organization (SO) dan Pemerintah dalam Menyiapkan SDM yang Kompeten”.

Menurut Sofi, SO-SO yang bergabung dalam AP2LN dijamin merupakan SO-SO yang berkualitas dan kompeten, dan bukan SO-SO yang abal-abal. Oleh karena itu, pihaknya akan terus berkordinasi dengan pemerintah terkait hal hal apa saja yang yang berdampak positif bagi perbaikan mutu dan peningkatan kompetensi calon peserta magang yang berada dibawa AP2LN.

Menurut Sofi, dengan ditandatanganinya Memorandum of Cooperation(MoC) dan Memorandum of Understanding (MoU) tentang pemagangan antara Menteri Ketenagakerjaan RI, Hanif Dhakiri dengan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishii, di Jakarta, Selasa (25/6/2019), akan menguatkan program pemagangan ke Jepang masih menjadi primadona. Hal ini dapat dilihat dari tren peningkatan jumlah pemagangan ke Jepang dari tahun ke tahun.

Ikut hadir dalam dalam acara Halal BI Halal tersebut yakni Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan(Binalatas) Bambang Satrio Lelono, Sekretaris Utama Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Tatang Budie Utama Razak, Direktur Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri Kementerian Ketenagakerjaan (PTKLN) Eva Trisiana, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Bidang Dakwah K.H. Muhammad Cholil Nafis.

 



Sumber: BeritaSatu.com