Whitesky Rampungkan Tahap I Heliport Komersial Terbesar di Asia Tenggara

Whitesky Rampungkan Tahap I Heliport Komersial Terbesar di Asia Tenggara
Whitesky Aviaton telah merampungkan pembangunan tahap pertama bandara komersial khusus helikopter (heliport) pertama di Indonesia dan terbesar di Asia Tenggara yang berlokasi di Jalan Perimeter Selatan, Neglasari kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Dari kiri ke kanan: Arivelagan Ramakrishnan (Bell Helicopters), H.E. Joseph R Donovan Jr (Duta Besar Amerika Serikat), Denon Prawiraatmadja (CEO Whitesky), Ari Nurwanda (Direktur Whitesky) dan Yudhistira Ardi Nugraha (Bell Helicopter) ( Foto: Ist )
Yustinus Paat / FMB Minggu, 7 Juli 2019 | 18:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Whitesky Aviation sebagai perusahaan operator helikopter terus berbenah dan berkembang. Dari sisi bisnis, Whitesky bisa disebut sebagai perusahaan helikopter pertama yang khusus menyediakan penyewaan armada secara retail.

Helicity merupakan nama layanan helikopter retail yang diluncurkan Whitesky sejak Desember 2017. Helicity melayani perjalanan masyarakat untuk Jakarta dan sekitarnya hingga ke Bandung, Jawa Barat. Keberadaannya menjadi pelengkap moda transportasi perkotaan yang sudah ada. Selain itu Whitesky terlibat dalam mempromosikan pariwisata Indonesia melalui co-branding partnership dengan Kementerian Pariwisata.

Terbaru, Whitesky telah merampungkan pembangunan tahap pertama bandara komersial khusus helikopter (heliport) pertama di Indonesia dan terbesar di Asia Tenggara yang berlokasi di Jalan Perimeter Selatan, Neglasari kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Ini adalah kerja sama antara Whitesky Aviation dengan Angkasa Pura (AP) II.

Terkait hal tersebut, CEO Whitesky Denon Prawiraatmadja menuturkan, bandara khusus helikopter ini akan menempati lahan sekitar 2,8 hektare.

"Pembangunan heliport ini, menjadi salah satu pembangunan moda transportasi perkotaan terutama moda transportasi pendukung dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta," kata Denon di Jakarta, Minggu (7/7/2019).

Heliport ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Dengan nilai proyek senilai Rp 60 miliar, fasilitas yang akan dibangun meliputi sejumlah helipad, shooting point, hanggar khusus helikopter, kawasan kantor, fasilitas beserta personel untuk evakuasi medis dan lain sebagainya.

“Setelah pembangunan tahap pertama ini rampung, heliport ini sudah bisa dioperasionalkan walau masih dalam tahap uji coba. Secara resmi heliport ini akan beroperasi pada akhir tahun nanti,” ungkap Denon.

Karena kinerja dan kiprahnya itu, Whitesky Aviation juga mendapat perhatian dari pemerintah Amerika Serikat (AS). Dalam acara peringatan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat yang digelar di Kedutaan Besar AS pada Kamis (4/7/2019), Whitesky diundang untuk lebih mengenali dan membuka peluang baru untuk bekerja sama dengan berbagai perusahaan asal AS termasuk Bell Helicopter.

Menanggapi undangan yang juga dalam rangka merayakan 70 tahun hubungan Indonesia-AS, Denon mengatakan, pihaknya menghargai perhatian pemerintah AS terhadap Whitesky. Dia pun berharap dukungan tersebut bisa dikonkretkan dengan bekerja sama dengan berbagai perusahaan asal AS terutama dengan Bell Helicopter untuk mengembangkan bisnis helikopter di Indonesia. Sebagai catatan, Whitesky Aviation merupakan perusahaan Indonesia pertama yang menggunakan helikopter Bell 505 di Asia Tenggara.

“Kami berharap mendapat banyak dukungan dari beberapa manufaktur untuk mendukung dan memajukan industri helikopter di Indonesia,” pubgkas Denon.



Sumber: BeritaSatu.com