Bareksa Incar 1.000 Jemaah Umrah Sebulan Lewat Reksa Dana

Bareksa Incar 1.000 Jemaah Umrah Sebulan Lewat Reksa Dana
Direktur Bareksa.com Niputu Kurniasari (kiri) dan Deputi Direktur Pengelolaan Investasi OJK, Halim Haryono (kanan) dalam peluncuran platform Bareksa Umroh di kawasan restauran Eastern Opulen Jakarta (10/07/2018). ( Foto: Beritasatu Photo / Azfar Muhammad )
Azfar Muhammad / WBP Rabu, 10 Juli 2019 | 13:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Bareksa Portal Investasi, meluncurkan program reksa dana bernama Bareksa Umroh bagi jemaah yang ingin melakukan perjalanan ibadah umroh ke tanah suci. Perseroan berharap program reksa dana ini ditargetkan mencapai 1.000 jemaah dalam sebulan.

Direktur PT Bareksa Portal Investasi, Niputu Kurniasari mengatakan bahwa Bareksa Umroh adalah inovasi pertama reksa dana di Indonesia yang memfasilitasi konsumen menabung online berdasarkan prinsip syariah tanpa riba. Nantinya, dana tersebut digunakan untuk ibadah umrah.

"Kami ingin mengedukasi bahwa reksa dana dapat digunakan untuk mencapai tujuan keuangan jangka pendek hingga panjang dengan instrumen investasi yang mudah, fleksibel dan terjangkau," kata Niputu Kurnisari di sela peluncuran Bareksa Umroh di Jakarta, Rabu (10/07/19).

Niputu Kurnisari mengatakan, ada lima keuntungan produk Bareksa Umroh yaitu aman, halal, online, terpercaya dan terpadu. "Produk reksa dana ini diharapkan bisa mengedukasi para jemaah agar tidak menjadi korban penipuan," kata Niputu Kurnisari.

Untuk memberangkatkan jemaah ke tanah suci, Bareksa menggandeng biro jasa perjalanan umroh, Al-Qadri Umrah dan Haji yang telah memiliki reputasi dan berpengalaman.

Deputi Direktur Pengelolaan Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Halim Haryono mengatakan memaparkan pangsa pasar modal syariah di Indonesia terus naik. Salah satunya dikontribusikan reksa dana syariah.

OJK mencatat reksa dana syariah di Indonesia sebanyak 256 produk per Juni 2019.

Direktur Pembinaan Umroh dan Haji Kementerian Agama (Kemag) Arfi Hatim, menyambut positif peluncuran platform Bareksa Umroh menyusul panjangnya antrean haji dan umroh di Indonesia. "Menimbang permintaan haji yang besar, ke depannya diharapkan platform ini bisa menjadi solusi masyarakat Indonesia," kata Arfi Hatim.



Sumber: BeritaSatu.com