Rangka Penyangga BORR Ambruk, Kontrak PT PP Terancam Diputus

Rangka Penyangga BORR Ambruk, Kontrak PT PP Terancam Diputus
Lalu lintas di lokasi ambruknya tiang penyangga kolom 109 BORR, Jalan Soleh Iskandar, Tanahsareal, Kota Bogor, Jumat (12/7/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Vento Saudale )
Vento Saudale / WBP Jumat, 12 Juli 2019 | 10:17 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Kontrak pengerjaan proyek Tol Bogor Ring Road (BORR) Seksi IIIA oleh PT PP Tbk terancam diputus oleh PT Marga Sarana Jabar (PT MSJ), anak usaha PT Jasa Marga Tbk sebagai operator tol lingkar luar Bogor Outer Ring Road (BORR). Hasil rekomendasi Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) atas penyebab runtuhnya tiang penyangga tersebut, nantinya akan menjadi penentu kelanjutan pembangunan proyek senilai Rp 1,6 triliun tersebut.

“Kita harus tegur dulu PT PP, kita beri sanksi kalau memang diperlukan, kalau bisa putus saja, kalau memang fatal. Kontrak itu bisa putus. Kalau kesalahannya bisa fatal, fatal itu menyalahi prosedur, mengganggu ketertiban umum, merugikan negara, merugikan masyarakat,” papar Direktur Utama PT MSJ Hendro Atmojo, Jumat (12/7/2019).

Menurut Hendro, Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan telah melakukan investigasi terkait penyebab runtuhnya tiang penyangga (pier head) kolom 109. Hasil investigasi tersebut akan disampaikan oleh KKJTJ hari ini. “Jumat sore akan dirapatkan penyebabnya apa. Untuk kelanjutan proyek, kita masih menunggu rekomendasi dari KKJTJ,” kata Hendro Atmojo.

Dengan kondisi tersebut, Hendro tidak bisa memastikan apakah proyek Tol BORR seksi IIIA akan berlangsung tepat waktu atau tidak. Jika memang bisa dilanjutkan dalam satu atau dua pekan ke depan, Hendro menyebutkan pembangunan masih dapat diselesaikan akhir tahun ini.

“Cuma takutnya berlarut-larut di internal kami. Intinya kita harus memberikan ketegasan sanksi kepada pelaksana proyek dan konsultan pengawas. Kalau masalah nanti diputus kontrak dan harus lelang ulang, itu biar internal kami yang membahas,” ucap Hendro Atmojo.

Sebelumnya, Direktur Operasional II PT PP Muhammad Toha Fauzi mengklaim, pelaksanaan proyek sudah dijalankan sesuai standar operasional (SOP) yang sudah disepakati bersama.

Standar pengerjaan proyek tol itu pun sudah diperiksa oleh Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) Kempupera. Toha menyebut, semuanya sudah sesuai SOP, termasuk sistem kerja. Pihaknya telah menjadwalkan para pekerja dengan sistem shift pagi, siang dan malam.

Menurut Toha, PT PP juga melakukan investigasi internal untuk menyelidiki perihal ambruknya tiang penyangga di kolom 109 BORR. “Kita siap menerima konsekuensi yang ada, kita laksanakan sesuai sesuai undang-undang," papar Muhammad Toha Fauzi.



Sumber: BeritaSatu.com