Hingga Pertengahan Juli, 32 Perusahaan Listing di BEI

Hingga Pertengahan Juli, 32 Perusahaan Listing di BEI
Ilustrasi IHSG ( Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Sabtu, 13 Juli 2019 | 07:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Aktivitas pencatatan saham perdana (listing) melalui penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) dari awal tahun hingga pekan kedua Juli 2019 mencapai 32 saham perusahaan dari target 57 perusahaan sepanjang tahun ini.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), yang dikutip Beritasatu.com, sepanjang pekan ini periode 8-12 Juli 2019, ada 11 perusahaan listing di pasar modal.

Diawali pada Senin (8/7/2019), tiga perusahaan yaitu PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV), PT Envy Technologies Indonesia Tbk (ENVY), dan PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE), resmi menjadi perusahaan tercatat ke-22, ke-23 dan ke-24 pada tahun 2019.

Pada Selasa (9/7/2019), giliran empat perusahaan resmi mencatatkan sahamnya, yaitu PT Eastparc Hotel Tbk (EAST) PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk (LIFE), PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI), dan PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) secara berurutan menjadi perusahaan tercatat ke-25, ke-26, ke-27 dan ke-28 pada tahun 2019.

Selanjutnya, pada Rabu (10/7/2019) BEI kedatangan dua perusahaan, yaitu PT Inocycle Technology Indonesia Tbk (INOV) dan PT Arkha Jayanti Persada Tbk (ARKA) keduanya menjadi perusahaan tercatat ke-29 dan ke-30 pada tahun 2019.

Kemudian, pada Kamis (11/7/2019) PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk. dengan kode saham SMKL resmi menjadi perusahaan tercatat ke-31 pada tahun 2019 dan pada akhir pekan Jumat (12/7/2019) PT Hensel Davest Indonesia Tbk. dengan kode saham HDIT resmi menjadi perusahaan tercatat ke-32 pada 2019.

Direktur Penilaian Perusahaan, BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan sepanjang tahun ini BEI menargetkan 75 pencatatan efek baru. Dari 75 itu berasal dari obligasi, hingga kontrak investasi koletif (KIK), dan sisanya sekitar 57 perusahaan dari emiten saham IPO. "Sahamnya kita harapkan proporsi yang terbesar tidak kurang dari 57 kemarin itu saja sudah 75 persen dari 75,” kata I Gede Nyoman Yetna.



Sumber: BeritaSatu.com