Petrokimia Gresik Luncurkan Pupuk NPK Ningrat

Petrokimia Gresik Luncurkan Pupuk NPK Ningrat
Direktur Utama PT Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi (tengah) bersama jajaran direksi dan komisaris PG saat pembukaan Petro Agrifood Expo (PAE) 2019 di Kebun Percobaan (Buncob) Petrokimia Gresik, Gresik, Jumat (12/6/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Amrozi Amenan )
Amrozi Amenan / FER Sabtu, 13 Juli 2019 | 09:47 WIB

Gresik, Beritasatu.com - PT Petrokimia Gresik meluncurkan pupuk NPK Petro Ningrat untuk membidik pasar komersil perkebunan. Peluncuran produk pupuk NPK Petro Ningrat itu dilakukan oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi, bersama Dewan Komisaris dan jajaran Direksi dalam pembukaan Petro Agrifood Expo (PAE) 2019 di Kebun Percobaan (Buncob) Petrokimia Gresik, Gresik, Jumat (12/6/2019).

Rahmad menjelaskan, pengembangan produk inovasi merupakan langkah strategis perusahaan untuk merealisasikan target transformasi bisnis sebagai market leader dan dominant player di pasar komersial. NPK Petro Ningrat merupakan pupuk untuk tanaman perkebunan, hortikultura buah dan umbi, antara lain tembakau, kentang, cabai, bawang merah, tomat, melon, serta buah-buahan.

"Produk ini melengkapi deretan produk inovatif PG di pasar komersial. Jika Phonska Plus menyasar pasar komersil pertanian, maka Petro Ningrat menyasar pasar komersil perkebunan melengkapi NPS Petro Nitrat yang sudah lebih dulu diluncurkan tahun lalu,” kata Rahmad.

Hasil serangkaian uji coba di lapangan menunjukkan, NPK Petro Ningrat mampu meningkatkan hasil panen tanaman perkebunan antara 10 hingga 37 persen. Rahmad mencontohkan, aplikasi NPK Petro Ningrat pada tanaman kentang di Kota Batu mampu menghasilkan 41,25 ton per hektare, atau meningkat 37 persen.

"Kemudian uji coba NPK Petro Ningrat pada tanaman tembakau di Kabupaten Jember dan Lombok Timur mampu menghasilkan panen sebanyak 1,6 ton/hektar (meningkat 10,6 persen) dan 1,5 ton/hektar (meningkat 11 persen)," jelas Rahmad.

Sedangkan pada tanaman bawang merah di Kabupaten Nganjuk mampu meningkatkan produktivitas petani hingga 28,5 persen, atau menghasilkan 18 ton/hektar. "Dalam uji coba tersebut, NPK Petro Ningrat diaplikasikan bersama dengan Petroganik dan ZA," tambah Rahmad.

NPK Petro Ningrat mengandung Nitrogen berupa Nitrat. Keunggulannya mampu memperbaiki aroma, warna, rasa dan kelenturan dari daun tembakau. Kemudian dapat membuat tanaman lebih tegak dan kokoh, merangsang pembentukan umbi dan buah, cocok digunakan untuk lahan kering, serta larut dalam air sehingga mudah diserap tanaman.

"Saat ini, produk tersebut secara teknis dan legalitas telah siap untuk dikomersialisasikan dengan berbagai kemasan mulai dari 1 kg, 5 kg, hingga 20 kg," pungkas Rahmad.



Sumber: Investor Daily