Kurangnya Pengaturan Produksi Sebabkan Kenaikan Harga Cabai
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kurangnya Pengaturan Produksi Sebabkan Kenaikan Harga Cabai

Sabtu, 13 Juli 2019 | 19:04 WIB
Oleh : Ridho Syukro / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Harga cabai merah di pasar tradisional per 11 Juli 2019 terus naik hingga menyentuh angka Rp 56.380 per kilogram (kg) rata-rata secara nasional. Kenaikan harga cabai lebih signifikan bahkan terjadi di Jakarta yang pada 11 Juli 2019 sudah menyentuh angka Rp 70.850 per kg. Tidak adanya pengaturan produksi dan penyuluhan untuk penciptaan bibit unggul, disinyalir menjadi penyebab utama kenaikan harga cabai.

Pengamat Ekonomi dari Institute for Development of Economic and Finance (Indef), Rusli Abdullah, mengatakan, secara umum harga cabai mengalami kenaikan hingga hampir 100 persen di beberapa daerah, disebabkan faktor kekeringan yang ekstrem.

"Itu karena supply yang terbatas, sehingga produksinya belum optimal," ujar Rusli Abdullah dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (13/7/2019).

Rusli mengatakan, Kementerian Pertanian (Kemtan) harus mendorong penciptaan varietas unggulan yang tahan terhadap perubahan iklim. "Permasalahan ini, tidak hanya terjadi pada cabai, tetapi juga tanaman-tanaman lain," kata Rusli.

Dari sisi permintaan, Rusli mengatakan, pemerintah harus mulai perlu mendorong supaya masyarakat tidak bergantung lagi pada cabai segar. Hal ini bisa dilakukan dengan membiasakan masyarakat mengkonsumsi cabai bubuk atau sambal olahan.

"Dengan demikian, produksi cabai yang melimpah pada musim panen dapat terserap menjadi produk yang tahan lama," tandas Rusli.

Pengamat pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia, Kudhori, mengatakan, naiknya harga komoditas cabai merah yang terjadi saat ini salah satunya disebabkan oleh minimnya stok cabai yang tidak seimbang dengan permintaan.

"Kurangnya ketersediaan cabai merah disebabkan oleh jumlah produksi cabai dari petani yang kurang maksimal. Salah satunya, karena mengalami kekeringan lahan dan bahkan gagal panen karena kemarau," jelas Kudhori.

Kudhori menambahkan, fenomena gagal panen atau rusaknya tanaman cabai saat terjadi kemarau panjang atau kekeringan yang berlebih merupakan hal wajar. Petani seharunya bisa mengantisipasi datangnya musim kemarau, lantaran Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) telah rutin mengumumkan perkiraan iklim per tiga bulan sekali.

Peneliti Center for Indonesia Policy Studies (CIPS), Galuh Octania, mengatakan, minimnya produksi cabai juga disebabkan oleh ketakutan para petani untuk menanam cabai di musim kemarau yang berkepanjangan."Banyak petani tidak berani mulai menanam cabai karena takut mengalami gagal panen," sebut Galuh.

Galuh berpendapat, pemerintah seharusnya bisa belajar dari kesalahan masa lalu karena siklus ini berlangsung setiap tahun. "Pola kemarau yang membuat produksi sejumlah komoditas berkurang," tegas Galuh.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA LAINNYA

Wall Street Anjlok, Ini Penyebabnya

Indeks S&P 500 turun 1,7% ke 4.357,73, koreksi terdalam sejak 12 Mei. Sebanyak 11 sektor ditutup di zona merah.

EKONOMI | 21 September 2021

Menko Airlangga Raih Penghargaan Internasional Terkait Pemulihan Ekonomi

Lima tokoh lainnya dari India, Korea Selatan, dan Inggris juga mendapat penghargaan di ajang yang sama.

EKONOMI | 20 September 2021

Tumbuh 8%, Industri Furnitur Tangguh Hadapi Dampak Pandemi

Industri furnitur merupakan salah satu sektor yang potensial dikembangkan karena didukung dengan ketersediaan sumber daya alam di dalam negeri.

EKONOMI | 20 September 2021

Kemnaker Dorong Perusahaan untuk Menyediakan Fasilitas Koperasi Pekerja

Kemnaker mendorong agar setiap perusahaan menyediakan fasilitas penunjang kesejahteraan pekerja/buruh, salah satunya koperasi pekerja/buruh.

EKONOMI | 20 September 2021

Modernland Mulai Serah Terima Proyek Mixed Home The Savoy

The Savoy yang mengusung konsep hunian 2 in 1, merupakan satu-satunya area rumah sekaligus tempat usaha yang berada di kawasan River Garden Jakarta Garden City.

EKONOMI | 20 September 2021

Pengamat: Holding Tingkatkan Interlink Digital UMKM dan UMi

Pada masa pandemi masyarakat cenderung bertransaksi secara daring dan mengurangi interaksi secara langsung termasuk dalam kegiatan ekonomi.

EKONOMI | 20 September 2021

Jokowi Terbitkan Keppres Tim Gernas Bangga Buatan Indonesia

Jokowi menerbitkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) 15/2021 tentang Tim Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia

EKONOMI | 20 September 2021

Fasilitas Hanggar dan Taxiway Bandara Salakanagara Mulai Dibangun

KEK Tanjung Lesung menggandeng Indonesia Flying Club (IFC) bangun fasilitas hanggar dan taxiway di bandara Salakanagara.

EKONOMI | 20 September 2021

WE+ Gandeng Posfin, Perluas Akses Klaim Asuransi

WE+ (WEPLUS) menggandeng PT Pos Finansial Indonesia (Posfin) untuk memperluas pasar serta memberi kemudahan dalam layanan klaim.

EKONOMI | 20 September 2021

Anak-Anak di Bawah 12 Tahun Diizinkan ke Mal, APPBI Siap Kawal Prokes

“Protokol kesehatan harus tetap diberlakukan secara ketat, disiplin dan konsisten,” tegas Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja.

EKONOMI | 20 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
Wall Street Anjlok, Ini Penyebabnya

Wall Street Anjlok, Ini Penyebabnya

EKONOMI | 13 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings